Loading...
Loading…
Ternyata Ini Alasan Nasi Padang Lebih Banyak Kalau Dibungkus Ketimbang Makan di Tempat!

Ternyata Ini Alasan Nasi Padang Lebih Banyak Kalau Dibungkus Ketimbang Makan di Tempat!

Powered by BuddyKu
Travel | Indozone | Selasa, 07 Juni 2022 - 08:07

Nasi Padang menjadi salah satu kuliner yang digemari masyarakat. Hampir di semua tempat dengan mudah menemukan makanan khas Sumatera Barat ini. Nasidengan rendang ataupun dendeng balado ditambah sayur singkongdansayur nangka, lalu disiram kuah santan serta sambal rasanya sungguh nikmat sekali jadi sajian.

nasi padang
Nasi Padang, kuliner khas Sumatera Barat. (Vivi Sanusi/IDZ Creators)

Terlepas dari kenikmatannya, sebenarnya nasi Padang bukan hanya berasal dari Kota Padang loh. Tapi semua wilayah Sumatera Barat. Lalu kenapa nasi Padang kalau dibungkus lebih banyak porsinya ketimbang makan di tempat?

Cerita tenarnyanasiPadangdimulai pada abad ke-19, ketika KotaPadangmenjadi pintu gerbang aktivitas perekonomian di Sumatera Barat. Di masa kolonial Belanda, di Sumatera Barat banyak tempat-tempat peristirahatan pejabatdanpedagang yang menjual hasil bumi.

nasi padang
Nasi Padang, kuliner khas Sumatera Barat. (Vivi Sanusi/IDZ Creators)

Di sinilah bermunculan kedai-kedainasi. Bagi masyarakat Minangkabau mereka menyebut lapaunasi, los lambuang atau karan. Sebutan ini jauh populer sebelum adanya sebutan Rumah MakanPadang.

Sementara itu, penamaannasiPadangdimulai pada 1937 dengan adanya iklanyangmenggunakan nama RestoranPadangatau Rumah MakanPadangyangdalam bahasa Belanda Padangsch Restaurant. NasiPadangmenjadi makin populer dimana-mana karenabanyakpara perantau Minangyangmembawa cita rasa masakan ini keluar Sumatera Barat.

LalunasiPadangyangdibungkuslebihbanyakporsinyaterdapat beberapa versi. Adayangmenyebut, tradisi ini sudah ada sejak zaman kolonial sebagai bentuk solidaritas sesama pribumi. Karena dahulunyayanghanya bisa menikmati makan di warung-warungnasihanya para orang-orang Belanda.

nasi padang
Nasi Padang, kuliner khas Sumatera Barat. (Vivi Sanusi/IDZ Creators)

Masyarakat miskinyangmembeli dengandibungkusdiberi porsilebihbanyakagar bisa dimakan bersama keluarganya di rumah. Versi lain menyebutkan porsiyangdibungkuslebihbanyakkarena menghormati para pelanggan. Dengandibungkus, pemilik restoran atau warung enggak perlu repot mencuci piring.

Berbagai versi ini tersirat makna orang Minang melestarikan nilai-nilai leluhur dalam berbagidanmenghargai sesama. Hingga saat ini kebiasaan porsiyangdibungkuslebihbanyaktetap diwariskan di berbagai restoran ataupun warungPadang. Bagaimana, sudah tahu kan sekarang alasanya?

Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Lets join IDZ Creators dengan klik di sini .

IDZ Creators
IDZ Creators
Original Source

Topik Menarik