Loading...
Loading…
Bendera LGBT Berkibar di Indonesia, Ingat Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom yang Dimusnahkan

Bendera LGBT Berkibar di Indonesia, Ingat Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom yang Dimusnahkan

Powered by BuddyKu
Travel | Indozone | Rabu, 25 Mei 2022 - 10:26

Isu terkait lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) belakangan kembali ramai di Indonesia. Menyusul podcast Deddy Corbuzier yang mengundang sosok gay, bendera LGBT kemudian dikibarkan di halaman kantor Kedubes Inggris untuk Indonesia di Jakarta.

Bicara soal LGBT, pada awalnya istilah itu tidak ada. Bahwa homoseksual memang ada sejak dahulu kala, itu tak terbantahkan. Namun dulu tak ada istilah semacam itu.

Istilah LGBT sendiri baru muncul sejak era 1990-an, menggantikan frasa komunitas gay.

Dalam perkembangannya, LGBT ditambahkan dengan Q menjadi LGBTQ pada tahun 1996, dengan Q sebagai akronim dari Queer. Q dipakai untuk mewakili orang-orang yang masih mempertanyakan identitas seksual mereka. Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom

Membahas soal homoseksualitas, tentu tak lepas dari kisah Nabi Lut atau Luth yang diutus untuk kaum Sodom dan Gomorrah. Dalam agama-agama Abrahamik (Yahudi, Kristen, Islam), kisah Nabi Luth kerap dijadikan landasan untuk melarang atau mengutuk homoseksualitas.

Alkisah, penduduk Kota Sodom melakukan perbuatan homoseksual antara sesama lelaki, biasa melakukan perampokan, melakukan berbagai kemungkaran di tempat pertemuan mereka, dan tidak ada yang mau mencegah kemungkaran tersebut.

Baca Juga :
Sejarah LGBT di Dunia dalam Perspektif Al-Qur`an

Nabi Luth mendakwahi agar mereka bertakwa kepada Allah. Dia menegaskan tidak meminta upah atas seruannya. Luth mengutuk tindakan penduduk Sodom karena dianggap sudah melampaui batas dan menyatakan bahwa perbuatan mereka ini tidak pernah dilakukan orang lain sebelumnya.

Diingatkan Luth, penduduk Sodom menolak. Mereka mengatakan kalau Luth hanyalah orang yang sok suci dan mengancam akan mengusirnya. Penduduk Sodom juga melarang keras Luth untuk memberi perlindungan pada orang-orang yang akan mereka rampok atau perkosa. Lebih jauh, mereka juga meminta agar Luth segera mendatangkan azab yang dia ancamkan selama ini.

Pada akhirnya, Kota Sodom dan Gomorrah hancur berkeping-keping.

Alquran dan Alkitab menyebutkan bahwa tempat tinggal kaum Luth dijungkirbalikkan dan dihujani belerang dan batu dari tanah yang terbakar.

Sumber di luar Alquran berhipotesa bahwa malaikat mengangkat negeri itu sampai ke awan. Saat terdengar kokok ayam dan lolongan anjing, negeri itu dibalikkan dan dijatuhkan.

Baik Alquran dan Alkitab menjelaskan bahwa istri Luth termasuk orang yang binasa dalam kejadian tersebut. Al-Qur'an sendiri tidak merincikan mengenai keadaan istri Luth saat binasa dan terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hal ini. Pandangan Ilmiah

Baca Juga :
Sejarah LGBTQ yang Kini Benderanya Berkibar di Kedubes Inggris, Dulu Disebut Gender Ketiga

Diduga bahwa jika cerita di kitab-kitab samawi mengenai kota Sodom dan Gomorrah mempunyai dasar sejarah. Kota tersebut kemungkinan hancur dikarenakan suatu bencana alam. Salah satu gagasan yang muncul adalah bahwa Laut Mati luluh lantak akibat gempa bumi di sekitar tahun 2100 sampai 1900 SM.

Hal ini lalu kemungkinan menyebabkan hujan tar yang panas. Adalah mungkin bahwa kedua kota tersebut dihancurkan oleh gempa bumi yang dimaksud, khususnya kota-kota tersebut terletak di sepanjang patahan besar seperti Lembah Patahan di Yordan, akan tetapi, tidak ada satupun catatan kontemporer tentang aktivitas seismik yang mendukung teori ini.

Dugaan lain mengatakan bahwa kota-kota tersebut hancur diakibatkan ledakan meteor kosmik di sekitar tahun 1.650 SM. Disebutkan bahwa terdapat bukti kalau adanya meteor yang mengenai situs tempat kedua kota tersebut berada, yang kekuatannya serupa dengan meteor yang menyebabkan ledakan di Tunguska di tahun 1908, yang mana saking besarnya meteor tersebut menyebabkannya berubah menjadi bola api yang setara dengan senjata nuklir berkekuatan bermega-mega ton, yang menurut sang pengarang artikel, hal ini dapat memberikan penjelasan untuk cerita di kitab-kitab samawi kalau Sodom dan Gomora diliputi oleh api dan belerang. Artikel Menarik Lainnya:

Sejarah LGBTQ yang Kini Benderanya Berkibar di Kedubes Inggris, Dulu Disebut Gender Ketiga

Astaga! Pria Ini Sodomi Anak 7 Tahun Sebanyak 7 Kali, Dijanjikan Uang Rp15 Ribu

Pusat Pencegahan Penyakit AS Akhirnya Akui LGBT Lebih Beresiko Kena Cacar Monyet

Original Source

Topik Menarik