Loading...
Loading…
Cacar Monyet Berpotensi Menyebar di Indonesia, Ini Penjelasan Ahli Epidemiologi

Cacar Monyet Berpotensi Menyebar di Indonesia, Ini Penjelasan Ahli Epidemiologi

Powered by BuddyKu
Travel | Celebrities | Senin, 23 Mei 2022 - 11:59

JAKARTA, celebrities.id Penyakit cacar monyet menjadi kekhawatiran serius negara-negara Eropa karena sekarang mulai mewabah. Terlebih, WHO melaporkan ada 92 kasus konfirmasi cacar monyet di seluruh dunia, 28 kasus lainnya suspek.

"Sebanyak 92 kasus terkonfirmasi cacar monyet dan 28 suspek. Penyelidikan terus berjalan. Ada 12 negara melaporkan kasus ini dan negara-negara itu sejatinya bukan negara endemi virus cacar monyet," kata WHO, dikutip dari laman Philippine News Agency pada Senin (23/5/2022).

Namun, hingga saat ini Kementerian Kesehatan belum mengumumkan satu kasus pun terkait cacar monyet. Apakah artinya Indonesia aman dari penyakit infeksi ini?

Dicky Budiman selaku Ahli Epidemiologi Griffith University Australia mengatakan potensi cacar monyet masuk dari negara-negara yang melaporkan kasus sangat besar. Terlebih, Indonesia punya direct flight ke beberapa negara yang melaporkan kasus cacar monyet.

"Jadi, kalau ditanya apakah Indonesia berpotensi melaporkan kasus cacar monyet, bisa saya jawab sangat tinggi potensinya. Terlebih, masa inkubasi penyakit ini yang cenderung lama yaitu 3 minggu, sehingga potensi seseorang membawa virus tanpa disadari pun semakin besar," kata Dicky.

Baca Juga :
Cegah Penyebaran Cacar Monyet, CDC Imbau Masyarakat Tak Makan Daging Jenis Ini

Lebih lanjut, Dicky mengatakan bahwa hewan yang membawa virus itu pun ada di Indonesia. Artinya, potensi penyakit cacar monyet ditemukan di Indonesia juga semakin besar kemungkinannya.

Dengan risiko-risiko tersebut, Dicky meminta kepada pemerintah agar memperkuat deteksi dini di pintu masuk negara yang melaporkan kasus cacar monyet ataupun negara endemi virus cacar monyet.

"Deteksi dini ini bisa berupa pengecekan suhu dan gejala lainnya, serta kalau memungkinkan pengecekan vaksin smallpox yang mana hampir seluruh dunia sudah memilikinya," kata Dicky.

"Jadi, saat di pintu masuk, orang dari negara yang melaporkan kasus monkeypox atau cacar monyet bisa ditanya apakah sudah menerima vaksin smallpox atau belum," katanya lebih lanjut.

Dicky berharap aplikasi PeduliLindungi semakin berkembang dengan menyajikan data soal vaksin smallpox agar memastikan apakah individu sudah menerima vaksin cacar atau belum.

"Data yang ada sejauh ini mengungkapkan bahwa vaksin smallpox atau vaksin cacar cukup efektif menghalau cacar monyet. Dengan begitu, data vaksin smallpox diperlukan untuk bisa ditambahkan di PeduliLindungi," ujar Dicky.

Baca Juga :
Jadi Pusat Wabah, Eropa 'Kalang Kabut' Hadapi Cacar Monyet, Penyebaran Lewat Pesta

Lalu, sarannya untuk masyarakat adalah terus menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Kebiasaan yang sudah dibentuk gegara pandemi Covid-19 seharusnya terus dijalankan karena itu bermanfaat untuk semua penyakit menular.

"Pakai masker, jaga jarak, jauhi kerumunan, tidak sharing alat makan atau makanan dan minuman, dan menjauhi orang yang sakit adalah kebiasaan yang sudah terlatih sejak pandemi dan itu harus dipertahankan," kata Dicky.

Menurutnya, bagi orang yang sakit seharusnya kini sudah mulai sadar agar tidak berkeliaran dan langsung ditangani oleh tenaga medis untuk ditempatkan di tempat yang berbeda dengan yang sehat.

"Ingat, ketika ada masalah ruam di kulit dengan pembengkakan kelenjar getah bening, maka isolasi diri. Sama seperti Covid-19 kemarin. Tapi, untuk cacar monyet, ini sudah ada vaksin dan antiviralnya, sehingga pengobatan bisa lebih terkendali," ujar Dicky.

Original Source

Topik Menarik