Loading...
Loading…
Kalahkan Persenjataan Rusia, Amerika Kirim Drone Pembunuh `Reaper` Demi Bantu Ukraina Pukul Mundur Rusia

Kalahkan Persenjataan Rusia, Amerika Kirim Drone Pembunuh `Reaper` Demi Bantu Ukraina Pukul Mundur Rusia

Travel | koran-jakarta.com | Minggu, 15 Mei 2022 - 15:12

Negara-negara di dunia telah berusaha mendukung Ukraina dengan mengirimkan lebih banyak pasokan senjata. Adapun empat kategori utama senjata yang dikirim negara-negara Barat ke Ukraina adalah senjata dasar dan amunisi, rudal, drone serang, dan artileri.

Tidak ketinggalan, drone penyerang atau "attack drones" yang juga bersumbangsih besar dalam memperlambat invasi Rusia ke Ukraina. Militer Ukraina bahkan berhasil menggunakan senjata tersebut untuk menghancurkan tank dan artileri Rusia. Drone Switchblade yang dikirim AS misalnya, drone sepanjang 2 kaki dengan berat mencapai 6 pon itu diketahui memiliki kemampuan yang beragam dan mampu mengalihkan pertahanan rudal Rusia sebagai umpan ketika Ukraina menyerang kapal Rusia.

AS kini juga tengah mempertimbangkan untuk mengirim drone yang lebih canggih seperti MQ-9 Reaper yang digadang-gadang dua kali lebih cepat dari drone yang digunakan Ukraina sekarang.

Jordan Cohen, seorang analis kebijakan dalam studi pertahanan dan kebijakan luar negeri di Cato Institute dalam pernyataan tertulisnya mengatakan Reaper dapat dikendalikan dari jarak lebih dari 1.000 mil, jauh dari drone pada umumnya yang membutuhkan pengontrol untuk berada dalam jarak sekitar 100 mil.

Baca Juga :
Fantastis! Pukul Mundur Rusia, Ukraina Terima Pasokan Jutaan Senjata Mematikan Ini dari Berbagai Negara

Namun, dirinya juga menilai apakah pengiriman Reaper dapat semakin menarik NATO dalam pusaran konflik Rusia dan Ukraina. Ia juga menuturkan ada kekhawatiran apakah langkah AS memasok Ukraina dengan Reaper akan dibatasi oleh hukum internasional.

Negara-negara di dunia baru-baru ini juga mulai mengirim Ukraina dengan artileri atau senjata kaliber besar yang digunakan untuk perang darat. Menurut Cohen, pengiriman sistem persenjataan yang lebih canggih ini dilakukan lantaran Rusia sedang mencoba untuk menggunakan tembakan jarak jauh untuk memukul mundur sebagian besar pasukan Ukraina dan kemudian mengirim pasukan darat dan tank untuk mengamankan wilayah itu.

Meskipun pengiriman artileri membutuhkan pelatihan lebih lanjut dan harus dioperasikan oleh lebih dari satu orang, artileri memiliki jangkauan yang lebih luas daripada amunisi tradisional dan dapat membantu Ukraina terus melemahkan pasukan Rusia. Dukungan militer internasional untuk Ukraina telah mencegah Rusia menguasai daratan Ukraina. Cohen menuturkan langkah ini mendesak Rusia untuk mencari cara lain dalam mencapai tujuannya menguasai wilayah timur Ukraina.

Baca Juga :
Rusia Kembangkan Drone Bawah Laut Bisa Mengangkut Bom Nuklir

Original Source

Topik Menarik

{
{
{