Mulai 14 November, Selandia Baru Kurangi Masa Karantina Turis Asing Jadi 7 Hari

Travel | limapagi.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 15:00
Mulai 14 November, Selandia Baru Kurangi Masa Karantina Turis Asing Jadi 7 Hari

LIMAPAGI - Dalam rangka menyambut kembali para turis asing, Pemerintah Selandia Baru memotong jumlah karantina. Kabar bahagia ini diumumkan pada pekan terakhir bulan Oktober 2021 lalu.

Dalam pengumuman tersebut, Pemerintah Selandia Baru memutuskan untuk mengurangi separuh periode karantina wajib bagi para turis yang berkunjung ke negara tersebut. Peraturan pemotongan karantina ini akan dimulai pada tanggal 14 November 2021.

Mengutip dari TheNewYorkTimes , para turis asing yang tiba di Selandia Baru akan diminta untuk melakukan karantina selama tujuh hari di fasiltas hotel yang telah disediakan. Masa karantina ini telah dipotong dari yang sebelumnya selama 14 hari atau dua pekan.

Chris Hipkins, pejabat yang bertanggung jawab atas tanggapan pandemi Selandia Baru mengatakan saat konferensi pers mengenai peraturan terbaru ini.

Hipkins mengatakan meski peraturan karantina telah dipotong menjadi 7 hari, para turis asing yang tiba di Selandia Baru hanyalah yang telah divaksinasi dua kali.

Dengan disahkannya peraturan ini, Pemerintah Selandia Baru telah menyediakan sekitar 1.500 kamar per bulan di hotel karantina. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kenaikan jumlah turis dari luar negeri dan para warga negara yang tidak dapat karantina dengan aman di rumah.

Peraturan baru ini juga mencerminkan pergeseran Selandia Baru ke pendekatan dengan virus Covid-19. Pemerintah Selandia Baru mengatakan dengan kedatangan turis internasional tidak lagi menimbulkan risiko infeksi terbesar bagi orang-orang di Selandia Baru.

Kami sekarang hanya mendapatkan dua hingga tiga kasus per 1.000 kedatangan, dan hanya sekitar satu dari 2.000 yang terdeteksi setelah tujuh hari isolasi. Dengan meningkatnya kasus di masyarakat, profil risiko secara keseluruhan telah berubah, jelas Chris Hipkins yang dikutip dari The New York Times.

Selain itu, mulai 8 November Selandia Baru juga telah membuka perbatasannya untuk perjalanan bebas karantina bagi orang-orang yang datang dari negara-negara Kepulauan Pasifik yang lebih kecil seperti Samoa, Tonga, Vanuatu, dan Tokelau.

Artikel Asli