Loading...
Loading…
Melihat Konsep Ekowisata di Kampung Blekok, Mangrove sampai Pelestarian Burung

Melihat Konsep Ekowisata di Kampung Blekok, Mangrove sampai Pelestarian Burung

Travel | limapagi.id | Minggu, 19 September 2021 - 11:10

LIMAPAGI - Desa Wisata Kampung Blekok bisa jadi referensi tempat liburan berbasis ekowisata yang wajib kamu kunjungi. Desa wisata yang terletak di Desa Klatakan, Situbondo, Jawa Timur ini merupakan kawasan wisata berbasis konservasi keanekaragaman hayati seperti mangrove dan burung air.

Konsep ekowisata inilah yang jadi daya tarik wisatawan dari Desa Wisata Kampung Blekok. Sehingga, desa ini berhasil masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Kampung Blekok memiliki lokasi konservasi hutan mangrove dengan luas wilayah 29,6 hektare, yang dihuni oleh berbagai jenis tanaman mangrove dan menjadi habitat bagi ribuan burung. Diantaranya jenis mangrove Rhizopora stylosa, Avicennia alba, Rizhopora mucronata, dan lainnya.

Serta burung blekok yang yang menjadi ciri khas Situbondo dan 13 jenis burung air, diantaranya kuntul besar, kuntul kecil, kuntul kerbau, blekok sawah, cangak merah, kowak malam, trinil, gajahan penggala, kareo padi, kokokan laut, dan cerek jawa.

Saya senang karena Desa Wisata Kampung Blekok ini memiliki konservasi hutan mangrove. Jadi, semakin banyak hutan mangrove di daerah Situbondo, jumlah oksigen juga akan semakin meningkat. Dan kawasan ini dapat menjadi rumah bagi burung-burung yang kehilangan habitatnya, ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, saat melakukan visitasi ke Desa Wisata Kampung Blekok, Jumat, 17 September 2021.

Untuk melestarikan burung blekok, masyarakat setempat membuat penangkaran burung berbentuk jaring. Saat ini burung blekok yang dibudidayakan berjumlah 15 burung.

Jika kamu liburan ke desa wisata ini, kamu akan merasakan pengalaman yang tidak akan kamu dapatkan di ibu kota. Wisatawan dapat melakukan berbagai kegiatan seru seperti penangkaran dan penangkapan burung air, merawat burung yang sedang sakit.

(dok. Kemenparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat melepaskan burung blekok

Lalu, melepaskannya kembali dari penangkaran, serta mempelajari berbagai jenis mangrove dan burung dengan melakukan scan barcode yang telah disediakan di tiap-tiap papan nama.

Selain melakukan kegiatan tersebut, wisatawan juga akan disuguhkan pemandangan menakjubkan. Kamu akan melihat ribuan burung blekok terbang secara koloni pada jam lima pagi untuk mencari makan di tempat lain, dan pulang ke tempat asal pada jam lima sore.

Selain konservasi hutan mangrove dan burung blekok, wisatawan juga dapat melihat pemandangan indah berupa pengunungan tinggi dengan hamparan laut biru yang luas. Keindahan makin tiada tara kala dilihat saat matahari terbenam.

Saat itu langit akan memperlihatkan pancaran cahaya yang berkilau oranye keemasan dengan gradasi ungu muda serta ungu tua yang sangat memikat. Cantik sekali!

Original Source

Topik Menarik

{
{
{