Buka 20 September, Tiket Universal Studios Beijing Habis Terjual dalam 1 Jam

limapagi.id | Travel | Published at Kamis, 16 September 2021 - 11:00
Buka 20 September, Tiket Universal Studios Beijing Habis Terjual dalam 1 Jam

LIMAPAGI - Taman hiburan Universal Studios di Beijing, China, resmi dibuka untuk wisatawan pada 20 September 2021 setelah mengalami penutupan akibat pandemi Covid-19.

Bersiap menyambut pembukaan tersebut, pihak Universal Studios pun membuka jadwal penjualan tiketnya pada Selasa, 14 September 2021.

Tanpa diduga, antusiasme warga China atas pembukaan taman hiburan terbesar di dunia tersebut ternyata begitu besar. Bagaimana tidak, tiket edisi pertengahan musim gugur itu habis terjual hanya dalam waktu singkat.

Tepat pukul 00.00 pada Selasa waktu setempat, tiket Universal Studios Beijing habis terjual dalam waktu satu jam sejak pihak pengelola membuka penjualannya secara daring.

Pembukaannya yang bertepatan dengan libur musim gugur di China menjadi salah satu alasan besarnya minat para wisatawan untuk mengunjungi taman hiburan yang berada di Distrik Tongzhou tersebut.

Melansir dari ChinaDaily , Kamis, 16 September 2021, harga tiket masuk Universal Studios berkisar 418 748 yuan atau sekitar Rp926 Rp1.65 juta rupiah. Harga ini berbeda-beda tergantung tanggal yang dikunjungi.

Pada pembukaan hari pertama sendiri, tiket dijual sekitar 638 yuan atau senilai Rp1,4 juta rupiah. Namun, pihak Universal memberikan diskon 25 persen bagi pemilik tiket One-Day Dated Standard untuk anak-anak usia 3-11 tahun, lansia berusia 65 tahun ke atas, serta pengunjung disabilitas.

Untuk menyambut pembukaan taman hiburan seluas 400 hektare tersebut, Pemerintah Kota Beijing telah membuka jalur kereta metro bawah tanah menuju Universal Studios yang berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota.

Untuk diketahui, sebelumnya pihak Universal Studios telah melakukan konsep uji coba pembukaan pada 1 September 2021. Pengoperasian Universal Studios Beijing ini sejalan dengan klaim bahwa China dikatakan telah berhasil mengatasi Covid-19 varian Delta.

Artikel Asli