Kemeparekraf Lakukan Uji Coba Penerapan PeduliLindungi di 20 Tempat Wisata

limapagi.id | Travel | Published at 09/09/2021 11:15
Kemeparekraf Lakukan Uji Coba Penerapan PeduliLindungi di 20 Tempat Wisata

LIMAPAGI - PPKM di Indonesia masih terus berlangsung. Meski demikian, beberapa penyesuaian terus dilakukan salah satunya dalam hal tempat wisata. Beberapa daerah di Indonesia yang sudah turun level PPKM pun telah diizinkan membuka kembali tempat wisatanya.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama kementerian terkait dan pihak industri juga telah siap menjalankan uji coba protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di beberapa tempat wisata.

Hal tersebut sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Sebagai persiapan awal, Kemenparekraf menggelar rapat sosialisasi dan persiapan yang dihadiri seluruh pihak terkait.

Uji coba penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi rencananya lebih dulu akan dilakukan di 20 tempat wisata yang tersebar di DKI Jakarta, Jawa Barat, Timur dan Yogyakarya.

Pemilihan tempat wisata ini ditetapkan bersama antara Kemenparekraf, Kemenkomarves, dan Asosiasi karena telah memenuhi kriteria tertentu.

(dok. Kemenparekraf) Sebaran uji coba tempat wisata

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Hutomo saat membuka kegiatan rapat sosialisasi dan persiapan, Rabu, 8 September 2021, mengatakan bahwa uji coba ini akan dilakukan secara bertahap dan diawali dengan mal, kemudian ke non mal, hotel, restoran, dan kafe di luar mal.

"Salah satu syarat wajib dari uji coba protokol kesehatan ini adalah penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi ini bukan tiket masuk, tetapi sebagai screening awal," kata Fadjar.

Melalui kegiatan ini diharapkan pengelola destinasi wisata yang ditunjuk dalam uji coba benar-benar dapat memahami hal-hal teknis yang harus dipersiapkan.

Seperti bagaimana mendapatkan QR Code untuk dapat dipindai pengunjung, berapa kebutuhan QR Code di satu tempat wisata karena tentunya sangat bervariasi sesuai dengan situasi di lapangan, serta penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Syarat uji coba

Selain wajib penggunaan PeduliLindungi, Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf Anggara Hayun Anujuprana, menjelaskan dalam uji coba ini terdapat berbagai persyaratan yang harus dipenuhi pelaku usaha.

Diantaranya selama pelaksanaan uji coba pengunjung dibatasi untuk mereka yang di atas 12 tahun. Selain itu, wahana air yang ada di tempat wisata yang dilakukan uji coba pembukaan tidak diizinkan dibuka.

Pengelola juga harus dapat menentukan titik krisis (pelanggaran prokes) untuk melaksanakan rekayasa administrasi dan teknis.

"Juga memiliki mekanisme pengawasan, evaluasi, dan pelaporan. Bagaimana kita melakukan pengawasan dapat dilakukan setiap hari terhadap tempat wisata yang diuji coba tersebut," kata Hayun.

Bentuk pelaporan seperti pengunjung secara total, persentase jumlah pengunjung terhadap carrying capacity , penerapan protokol kesehatan oleh petugas dan pengunjung, kendala yang dihadapi pengelola atau petugas, juga kendala pengunjung.

"Semoga uji coba dapat dilaksanakan minggu ini," ucapnya.

Artikel Asli