Pulau Manimbora dan Labuan Cermin, Surga Tersembunyi di Kalimantan Timur

goodnewsfromindonesia.id | Travel | Published at 20/07/2021 19:08
Pulau Manimbora dan Labuan Cermin, Surga Tersembunyi di Kalimantan Timur

Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan provinsi yang terletak di Pulau Kalimantan dengan tiga kota, yaitu Balikpapan, Samarinda, dan Bontang. Serta terdapat tujuh kabupaten termasuk Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, Penajam Paser Utara, dan Mahakam Ulu.

Salah satu tujuan wisata paling terkenal di Kaltim adalah Derawan. Kepulauan yang berada di Kabupaten Berau ini terkenal dengan objek wisata bahari yang memesona, terdapat ekosistem pesisir, hutan bakau, hingga jadi tempat untuk melihat langsung spesies dilindungi seperti penyu hijau, lumba-lumba, duyung, paus, kima, dan ikan barakuda.

Ada empat pulau yang terkenal di Kepulauan Derawan, seperti Pulau Maratua, Derawan, Sangalaki, dan Kakaban. Di sana, terdapat dua surga wisata tersembunyi yang menarik untuk dikunjungi, yaitu Pulau Manimbora dan Labuan Cermin.

Pulau Manimbora

Pulau Manimbora | @Priantopuji Shutterstock
Mengunjungi 3 Mercusuar Paling Bersejarah di Indonesia

Pulau Manimbora yang terletak di Ampen Medang, Batu Putih, Kabupaten Berau, termasuk pulau kecil di Kepulauan Derawan. Daya tarik pulau ini ialah pantai yang luas, hamparan pasir putih bersih, dan deretan pohon-pohon tinggi menjulang.

Saking kecilnya, pengunjung bisa mengelilingi seisi pulau dengan berjalan kaki tak sampai 30 menit. Pulau tak berpenguni ini memang terlihat sepi, tetapi pemandangannya sungguh menakjubkan. Mengunjunginya serasa ada di pulau milik pribadi. Anda bisa bebas bersantai, menikmati pemandangan, atau berenang sepuasnya.

Manimbora juga dikenal sebagai Pulau Spongebob, karena jika dilihat dari atas, banyak yang mengatakan bentuknya mirip bagian pembuka film kartun tersebut.

Tak hanya menyimpan keindahan alam yang luar biasa, Pulau Manimbora juga punya sisi lain. Di sana terdapat tumpukan tulang-belulang manusia dan ada papan kayu serupa nisan. Selain itu, ada juga bangunan yang dijadikan pusara, berkelambu kuning, dan dikelilingi pagar kayu yang menambah kesan mistis.

Untuk mengunjungi pulau ini, disarankan untuk datang pada pagi atau siang hari dan pulang sebelum matahari terbenam. Sebab, di sana tak ada tempat untuk berteduh, apalagi menginap. Pun, tak ada fasilitas mendukung, sehingga pengunjung disarankan membawa perbekalan untuk berlibur sejenak di Manimbora.

Biasanya, Pulau Manimbora dikunjungi wisatawan yang akan melanjutkan perjalanan ke Labuan Cermin, atau dalam perjalanan pulang dari Labuan Cermin ke Derawan.

Bertualang ke Pantai dan Gunung di Pulau Lingga Kepulauan Riau

Labuan Cermin

Labuan Cermin | @Arief Adhari Shutterstock

Rasanya tak berlebihan menyebut Danau Labuan Cermin menjadi surga di Kalimantan Timur. Sebab, mengunjungi kawasan danau ini benar-benar membuat siapa saja yang datang akan terkesima dengan keindahan alam dan keunikannya.

Labuan Cermin terletak di Desa Labuan Kelambu, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau. Pemandangan di sekitar danau sangat menenangkan, teduh, dan serba hijau karena dikelilingi pepohonan yang rimbun. Air di danau ini pun tampak jelas sangat jernih, bahkan sebening cermin. Bila Anda melihat kapal-kapal kecil yang bersandar di dermaga, semua seperti melayang.

Uniknya, Labuan Cermin memiliki dua rasa air, yaitu air asin atau air laut dan air tawar. Untuk mengetahui perbedaan keduanya, tentu Anda harus berenang dan menyelam sampai cukup bawah. Sebab, pada bagian atas danau, airnya terasa tawar, dan semakin ke bawah, airnya akan mulai asin. Bahkan, karena perbedaan jenis air, ikan-ikan yang ada di danau ini pun berbeda.

Aktivitas yang bisa dilakukan di danau ini antara lain berenang, snorkeling, bahkan sekadar duduk-duduk santai di tepi danau untuk menikmati pesona alam di sana.

Untuk sampai ke Danau Labuan Cermin ini memang terbilang butuh waktu lama. Anda bisa melakukan perjalanan dari Balikpapan menuju Kabupaten Berau, kemudian lanjut sampai ke Tanjung Redep sampai ke Kecamatan Biduk-Biduk dengan waktu tempuh sekitar enam jam. Namun, bila datang dari Pulau Derawan, bisa langsung naik kapal cepat sekitar tiga jam.

Berhubung waktu tempuh cukup lama, disarankan untuk meluangkan waktu seharian untuk berkunjung ke danau ini. Mengingat waktu pergi-pulangnya pun memakan waktu lama. Datanglah mulai pagi hari agar puas menikmati danau sebening kristal ini dan bisa pulang pada sore hari sebelum gelap.

Penulis: Dian Afrillia
Dirilis pada 20 Juli 2021 19.00 WIB

Good News from Indonesia

Artikel Asli