Kota Florence Kembali Memberlakukan Jam Malam, Tak Patuh Didenda Rp17 Juta

Travel | limapagi.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 05:30
Kota Florence Kembali Memberlakukan Jam Malam, Tak Patuh Didenda Rp17 Juta

LIMAPAGI - Beberapa negara di Eropa telah membuka kembali penguncian mereka setelah beberapa bulan ditutup. Termasuk kota Florence di Italia. Namun, pengendalian massa dalam jumlah banyak untuk mencegah meningkatnya kembali kasus, masih jadi perhatian pemerintah Italia.

Kota Florence menerbitkan aturan baru untuk mencegah kerumuman orang turun. Aturan baru tersebut melarang orang-orang Florence berkeliaran di sekitar pusat kota pada malam akhir pekan, seperti yang dilansir dari TheLocal , Rabu, 7 Juli 2021.

Tepatnya, peraturan tersebut berlaku pada Kamis, Jumat, dan Sabtu malam antara pukul 18.00 hingga 23.00. Pemerintah kota menyatakan bahwa aturan itu diberlakukan untuk mencegah infeksi virus corona menyebar di tempat-tempat ramai.

Tempat ramai yang dimaksud area populer Piazza Santo Spirito, Piazza Strozzi, Santa Croce, dan Piazza S.S Annunziata. Orang-orang dilarang jalan-jalan di malam hari di kawasan yang padat wisatawan tersebut.

Namun, ada pengecualian terkait aturan ini yaitu wisatawan yang akan makan dan minum di restoran atau bar di kawasan tersebut. Menurut surat kabar Florentine LArno, polisi akan meminta mereka menunjukkan struk atau bukti bahwa mereka telah makan atau minum di area itu.

Jika ternyata mereka melanggar, maka ada denda yang harus dibayar. Dari 400 Euro atau setara dengan Rp6,8 juta hingga 1.000 Euro atau setara dengan Rp17 jutaan.

Anggota dewan Florence Benedetta Albanese menyatakan aturan lokal ini akan tetap berlaku sampai keadaan darurat berakhir di Italia. Saat ini, aturan baru tersebut akan berlaku sampai 31 Juli, dan tak menutup kemungkinan diperpanjang sekali lagi.

Artikel Asli