Sandiaga Uno Apresiasi Penerapan CHSE di Alas Harum Ubud

Travel | inewsid | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 10:02
Sandiaga Uno Apresiasi Penerapan CHSE di Alas Harum Ubud

UBUD, iNews.id - Selama masa pandemi Covid-19, semua tempat wisata dianjurkan untuk menerapkan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability). Tujuannya untuk mencegah penularan virus Corona di berbagai tempat wisata.

Menteri Pariwisata dan ekonomi kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengapresiasi penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE di destinasi wisata Alas Harum, Ubud.

Dalam kunjungannya ke Alas Harum, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (27/5/2021), Menparekraf Sandiaga mengatakan, destinasi wisata yang dilengkapi dengan restoran dan sentra produksi kopi luwak ini dinilai berhasil menerapkan protokol CHSE secara ketat dan disiplin.

"Covid-19 ini memaksa kita untuk terus berinovasi dan tadi saya lihat Alas Harum sudah membangun beberapa tambahan layanan, ini adalah bentuk adaptasi kita. Saya juga mengapresiasi penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin di sini karena kita perlu mempersiapkan diri menghadapi beberapa agenda besar yang ada di Bali," kata Sandiaga.

Beberapa agenda tersebut di antaranya adalah persiapan pembukaan Travel Corridor Arrangement dan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi G20 pada 2022 mendatang.

"Jadi kami yakin ini akan menjadi destinasi yang akan dikunjungi oleh wisatawan, sehingga kita perlu berbenah dan mempersiapkan diri," katanya.

Sandiaga juga mengapresiasi keberhasilan Alam Harum yang mempertahankan 250 karyawannya dari pemutusan hubungan kerja. "Saya ucapkan terima kasih kepada pengelola Alas Harum karena selama pandemi dan sulitnya ekonomi, destinasi wisata terpadu Alas Harum ini tidak melakukan PHK terhadap 250 pegawainya," kata Sandiaga.

Hal ini diamini oleh pemilik Alas Harum, Made Ardhana. Menurutnya, hal ini bukanlah sesuatu yang mudah.

Dia membeberkan, pihaknya memberlakukan sistem kerja bergantian atau shifting terhadap 250 pegawainya.

"Jadi ada yang 12 hari kerja ada yang 10 hari kerja sesuai dengan kecakapannya dalam bekerja. Jadi kami di manajemen ini menyiapkan bagaimana caranya mereka tidak jenuh di rumah dan kita juga tetap memberikan optimisme terhadap mereka semua. Kita tidak boleh menyerah terhadap situasi, mau separah apa pun tetap kita bersyukur," ujar Made Ardhana.

Dalam kunjungan ini, Sandiaga ditemani Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani; Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf/Baparekraf, Dessy Ruhati; dan Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu.

Artikel Asli