Serangan Beruntun Houthi ke Bandara Arab Saudi Tewaskan 3 Orang

Serangan Beruntun Houthi ke Bandara Arab Saudi Tewaskan 3 Orang

Terkini | okezone | Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:39
share

RIYADH — Kelompok Houthi Yaman pada Kamis (8/10/2026) menyatakan telah menembak jatuh sebuah pesawat nirawak (drone) pengintai bersenjata milik Arab Saudi di atas Provinsi Taiz dan meluncurkan rudal balistik ke arah pasukan Saudi yang berkumpul di pangkalan militer Qaoua di wilayah Ras Al-Arah, serta mengklaim serangan tersebut mengenai sasaran secara langsung.

Houthi juga mengumumkan telah melancarkan serangan rudal balistik baru yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, ibu kota Arab Saudi. Ini merupakan serangan ketiga berturut-turut yang dilancarkan Houthi terhadap bandara-bandara utama di Arab Saudi sejak 6 Oktober.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil (General Authority of Civil Aviation/GACA) Arab Saudi menyatakan bahwa total 3 orang tewas dan 36 orang terluka dalam rangkaian serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha di wilayah selatan.

Menurut pihak berwenang, 1 orang tewas dan 8 orang terluka di Bandara Internasional King Khalid, sementara 2 orang tewas dan 28 orang terluka di fasilitas Bandara Abha, sebagaimana dilansir Shafaq.

Serangan tersebut dilaporkan terjadi masing-masing pada 6 dan 7 Oktober, meskipun tanggal pasti dampak serangan di tiap bandara tidak diungkapkan secara rinci.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, secara resmi mengonfirmasi bahwa penyerangan ke Bandara Internasional King Khalid turut melibatkan armada pesawat nirawak (drone).

Menanggapi aksi tersebut, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan akan segera melakukan pembalasan dengan melancarkan serangan udara yang menargetkan lebih dari 80 basis militer Houthi di berbagai wilayah, termasuk Saada, Hodeidah, Al Jawf, dan Marib.

 

Fasilitas penerbangan di dalam wilayah Yaman sendiri turut menjadi sasaran di tengah eskalasi konflik ini.

Kementerian Transportasi Yaman melaporkan bahwa rudal balistik dan pesawat nirawak yang diluncurkan oleh pemberontak Houthi jatuh di dekat Bandara Internasional Aden. Peristiwa ini terjadi tepat saat sebuah penerbangan penumpang komersial sedang bersiap untuk mendarat.

Menurut sumber militer dan pemerintah Yaman, pertempuran darat kini terkonsentrasi di sekitar Selat Bab el-Mandeb, sebuah titik lintas vital bagi pengangkutan minyak mentah.

Seiring dengan kian terancamnya keamanan lalu lintas maritim di Selat Hormuz akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, arti strategis jalur Bab el-Mandeb menjadi semakin krusial.

Dengan dukungan udara dari Arab Saudi, pasukan pemerintah Yaman tengah melancarkan serangan balik untuk merebut kembali wilayah di sekitar Mokha yang sempat dikuasai oleh kelompok Houthi bulan lalu.

Sementara itu, pergerakan militer dari negara-negara tetangga juga mulai terdeteksi, yang mengindikasikan potensi terjadinya konflik berkepanjangan.

Selain Turki dan Pakistan yang sepakat memberikan bantuan teknis serta pertahanan kepada Arab Saudi, Suriah juga dilaporkan sedang mempertimbangkan opsi dukungan militer, termasuk pengerahan pasukan dan bantuan pertahanan udara.

Topik Menarik