Harga Minyak Dunia Naik Lagi usai Trump Tolak Tawaran Iran Buka Kembali Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Naik Lagi usai Trump Tolak Tawaran Iran Buka Kembali Selat Hormuz

Berita Utama | inews | Senin, 28 September 2026 - 07:41
share

JAKARTA, iNews.id - Harga minyak dunia naik lebih dari 1 persen pada perdagangan, Senin (28/9/2026) pagi waktu Asia usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal Iran untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.

Melansir CNBC, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November naik 1,3 persen menjadi 93,62 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah Brent, yang menjadi patokan internasional, menguat 1,8 persen menjadi 106,31 dolar AS per barel.

Sebelumnya, Trump menolak tawaran Iran yang mensyaratkan pembukaan kembali Selat Hormuz. Menurut laporan The Wall Street Journal yang mengutip pejabat AS, Trump juga mengatakan kepada para pembantunya bahwa dia memperkirakan serangan AS terhadap Iran akan kembali dilanjutkan setelah pemilihan paruh waktu pada November.

Trump kemudian mengonfirmasi kepada wartawan bahwa dirinya telah menolak proposal terbaru dari Teheran.

"Mereka membuat sebuah proposal, tetapi saya menolaknya," kata Trump.

Proposal tersebut sebelumnya disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi pada Jumat. Iran menawarkan pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut serta dimulainya kembali perundingan nuklir dengan Washington dalam waktu tujuh hari jika pemerintahan Trump memenuhi sejumlah persyaratan Teheran.

"Jika persyaratan tertentu dipenuhi, Selat Hormuz akan dibuka pada akhir tujuh hari dan pembicaraan akan dimulai kembali," ucap Araghchi kepada wartawan di sela-sela Sidang Umum PBB di New York.

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghaei, persyaratan tersebut mencakup penghentian apa yang disebut Teheran sebagai tindakan agresi AS, pencabutan blokade laut dan perang ekonomi, serta pelepasan aset-aset Iran.

Perkembangan tersebut kembali menambah ketidakpastian di pasar energi. Sebelumnya, laporan mengenai kesiapan Iran membuka Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari jika tekanan militer AS dikurangi telah mendorong harga minyak turun karena pasar melihat peluang gangguan pasokan mereda.

Secara terpisah, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman pada Sabtu mengatakan telah mencegat sejumlah proyektil yang diluncurkan kelompok Houthi yang didukung Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur energi strategis dunia. Iran sebelumnya menyatakan jalur tersebut dapat dibuka kembali dalam waktu tujuh hari jika AS mengurangi tekanan militer dan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Trump sebelumnya mengatakan konflik yang dimulai setelah serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari diperkirakan berakhir setelah pemilihan paruh waktu AS. Pernyataan tersebut sebelumnya ikut mendorong penurunan harga minyak.

Topik Menarik