Kemhan Setop Latsarmil, Hapus Latihan Menembak dan Kurangi Latihan Fisik Calon Manager Kopdes

Kemhan Setop Latsarmil, Hapus Latihan Menembak dan Kurangi Latihan Fisik Calon Manager Kopdes

Terkini | inews | Selasa, 30 Juni 2026 - 10:07
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan latihan menembak tidak lagi menjadi bagian dari program pembekalan bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Kebijakan itu diambil setelah pemerintah mengevaluasi pelaksanaan program.

Selain menghapus latihan menembak, Kemhan mengganti nama pendidikan dari latihan dasar militer (latsarmil) menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial. Perubahan tersebut dilakukan sebagai penyesuaian pendekatan kegiatan pendidikan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan, perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi bersama.

”Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial, bukan latsarmil lagi,” ujar Rico saat dikonfirmasi awak media, dikutip Selasa (30/6/2026).

Rico menjelaskan, berbagai kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer kini dikurangi, termasuk latihan menembak yang sebelumnya sempat dijalani peserta. Intensitas aktivitas fisik juga disesuaikan dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil.

”Perlu kami sampaikan bahwa dokumentasi atau liputan terkait kegiatan menembak (yang banyak beredar di media massa dan media sosial) tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada minggu lalu, sebelum adanya evaluasi terbaru terhadap pelaksanaan program,” ucapnya.

Menurut Rico, fokus kegiatan kini diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih agar siap menjalankan tugas setelah menyelesaikan pendidikan.

Perubahan skema pelatihan ini dilakukan setelah dalam pelaksanaan program sebelumnya tercatat lima peserta meninggal dunia.

Berdasarkan data Kemhan, korban terdiri atas Yonanda Muhammad Taufiq yang meninggal pada 17 Juni 2026, Anisa Muyassaroh (18 Juni 2026), Novia Rahmadhani Sihotang (22 Juni 2026), Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (26 Juni 2026), dan Nola Dya Sari (26 Juni 2026).

Topik Menarik