Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab

Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab

Terkini | inews | Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:35
share

ISTANBUL, iNews.id - Perwira militer Israel yang tewas akibat serangan kelompok Hizbullah di Lebanon Selatan, Kamis (18/6/2026), ternyata sosok yang bertanggung jawab atas pembunuhan bocah Palestina di Jalur Gaza, Hind Rajab. 

Kematian Hind Rajab dan keluarganya 2 tahun lalu viral secara internasional. Bocah 6 tahun itu bersama keluarganya ditembaki secara brutal di dalam mobil dalam perjalanan menuju pengungsian. Bahkan, petugas ambulans yang hendak menyelamatkan mereka ikut dibunuh oleh tentara Zionis.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Jumat (19/6/2026) mengumumkan komandan Batalyon ke-52 Brigade Lapis Baja ke-401 tewas di Lebanon Selatan. Itu merupakan unit yang sama dengan pasukan Israel yang menyerang Rajab di Gaza.

IDF mengungkap, Letnan Kolonel Dor Gedalia Ben Simhon (32) dari Beit HaShita, komandan Batalyon ke-52 Brigade ke-401, tewas bersama tiga anak buahnya setelah tank mereka menjadi sasaran Hizbullah.

Surat kabar The Times of Israel melaporkan, Ben Simhon merupakan komandan keempat Batalyon ke-52 yang tewas atau terluka sejak dimulainya perang Israel di Gaza dan Lebanon.

Batalyon tersebut menarik perhatian internasional atas perannya dalam pembunuhan Hind Rajab di Kota Gaza pada Januari 2024.

Rajab sebenarnya selamat dari serangan awal pasukan Zionis, namun terjebak di dalam mobil. Dia lalu berbicara melalui telepon dengan petugas layanan darurat. Sebuah ambulans bersama dua petugas medis yang dikirim untuk menyelamatkannya juga ditembaki. Setelah itu Rajab dan keluarganya serta petugas medis menghilang begitu saja sebelum ditemukan 12 hari kemudian.

Pada Mei 2025, Yayasan Hind Rajab yang berbasis di Belgia, melaporkan Daniel Ela, mantan komandan Batalyon ke-52, dan Kolonel Beni Aharon, komandan Brigade Lapis Baja ke-401, ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Keduanya dituduh melakukan kejahatan perang atas kematian Rajab, anggota keluarganya, serta kru ambulans.

Kematian empat tentara Israel tersebut menyusul serangkaian perubahan komando di batalyon yang sama. Pada April 2026, ODF memanggil kembali Ela untuk bertugas sementara di Lebanon Selatan setelah komandan batalyon lainnya terluka.

Ela sempat terluka saat misi di Gaza pada Juli 2024. Dia digantikan oleh Letnan Kolonel Yehuda Shalev, yang juga menderita luka serius pada Oktober tahun yang sama. Komandan yang menggantikannya di Lebanon juga terluka sebelum Ben Simhon mengambil alih.

Hasil penyelidikan Al Jazeera yang diterbitkan pada Oktober 2025 mengidentifikasi Ela dan Aharon di antara perwira Israel yang terlibat dalam pembunuhan Hind Rajab, anggota keluarga, serta petugas medis yang dikirim untuk menyelamatkan mereka.

Topik Menarik