Perindo Jatim Usulkan Program Magang untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan
SURABAYA – Penguatan ekonomi kerakyatan di daerah tidak hanya bergantung pada sektor usaha, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia yang mampu terlibat langsung dalam aktivitas produktif. Generasi muda menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan ekonomi, terutama di tengah tantangan pengangguran dan keterbatasan akses kerja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2025 mencapai 3,88 persen atau sekitar 960,7 ribu orang. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara lulusan SMA/SMK dengan kebutuhan dunia kerja.
Situasi tersebut mendorong DPW Partai Perindo Jawa Timur mengusulkan langkah konkret melalui optimalisasi program magang bagi generasi milenial dan Gen Z.
Ketua DPW Perindo Jatim, Ahmad Zazuli, menilai program magang dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi sejak dini.
Ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membuka ruang lebih luas bagi pelaksanaan program magang, terutama saat masa liburan sekolah, termasuk bagi anak-anak putus sekolah.
"Terutama bagi anak-anak sekolah, program magang bisa dilaksanakan saat liburan," ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Program ini dinilai tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan berbasis partisipasi generasi muda. Keterlibatan langsung dalam dunia kerja memungkinkan terbentuknya pengalaman, jaringan, serta kesiapan menghadapi pasar kerja.
Lebih lanjut, ia mendorong perusahaan swasta maupun BUMD untuk turut membuka peluang magang agar ekosistem ekonomi daerah tumbuh lebih inklusif.
"Bukan hanya meningkatkan skill dan kemampuan kerja, program ini juga dapat mengurangi kenakalan remaja serta membuka peluang pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja terlatih," tutur pria yang akrab disapa Cak Jaz.
Menurutnya, keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja menjadi faktor penting dalam memperkuat ekonomi daerah. Akses terhadap pengalaman kerja sejak dini diyakini dapat meningkatkan produktivitas dan membuka peluang lapangan kerja baru.
Di tengah dinamika global, termasuk gejolak geopolitik, Perindo Jatim menilai penguatan sektor riil dan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi daerah.
"Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, potensi dampak dapat diantisipasi. Perindo juga konsisten membantu UMKM, petani, dan nelayan," pungkasnya.










