Longsor Gunung Sampah Bantargebang Telan Korban Jiwa, Ini Kata Pramono Anung

Longsor Gunung Sampah Bantargebang Telan Korban Jiwa, Ini Kata Pramono Anung

Terkini | inews | Senin, 9 Maret 2026 - 13:36
share

JAKARTA, iNews.id -  Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, dipicu oleh hujan ekstrem. Curah hujan tinggi membuat tumpukan sampah di lokasi tersebut mengalami longsor.

Pramono mengatakan longsoran sampah terjadi di zona 4A pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

"Peristiwa longsor tersebut di zona 4A pada pukul 14.30 diduga dipicu oleh hujan ekstrem pada hari Minggu yang menyebabkan jalan operasional dan sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertutup sampah," ujarnya di Balai Kota Jakarta, Senin (9/3/2026).

Menurut dia, longsoran sampah tersebut menyebabkan akses jalan operasional truk pengangkut sampah tertutup. Selain itu, tumpukan sampah juga menyumbat aliran Sungai Ciketing sepanjang sekitar 40 meter.

Pascakejadian tersebut, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat sejak Minggu malam.

Operasi tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan petugas sekaligus mempercepat proses penanganan korban yang terdampak longsor.

Pramono menjelaskan penanganan dilakukan oleh tim gabungan lintas instansi yang terdiri atas Basarnas, Polda Metro Jaya, TNI, BPBD DKI Jakarta dan Kota Bekasi, Damkar, serta aparat wilayah setempat.

Tim gabungan tersebut juga didukung berbagai peralatan berat untuk membantu proses evakuasi di lokasi longsor.

"Dengan dukungan 19 ekskavator alat berat dan tujuh unit ambulans yang dioperasikan pada saat proses evakuasi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Pramono turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya empat orang dalam insiden longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan delapan korban telah ditemukan pada Minggu malam.

"Data korban selamat ada empat orang, ditemukan meninggal dunia empat orang," ujarnya.

Selain korban yang telah ditemukan, hingga kini masih terdapat lima orang yang dilaporkan hilang.

Korban yang masih dalam pencarian di antaranya Riki, Hardianto, Ato, Dofir dan satu korban lainnya yang belum diketahui identitasnya.

Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di lokasi longsor dengan mengerahkan alat berat serta anjing pelacak K9 untuk membantu menemukan korban.

Topik Menarik