Terungkap, Militer AS Pakai Claude AI dari Anthropic saat Serang Iran meski Dilarang Trump
WASHINGTON, iNews.id – Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan Claude AI saat serangan ke Iran. Padahal, beberapa jam sebelumnya Presiden Donald Trump memerintahkan lembaga federal menghentikan penggunaan sistem AI milik perusahaan rintisan Anthropic yang berbasis di San Fransisco tersebut.
Laporan Wall Street Journal menyebutkan, Komando Pusat AS (US Central Command) di Timur Tengah memanfaatkan perangkat AI tersebut untuk analisis intelijen, identifikasi target, hingga simulasi skenario pertempuran dalam serangan ke Iran.
Claude AI juga dilaporkan digunakan dalam operasi militer AS yang sebelumnya berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Langkah besar Trump menghentikan penggunaan Claude AI terjadi pada Jumat, 27 Februari 2026, setelah CEO Anthropic, Dario Amodei, menolak permintaan Pentagon agar militer diberi akses tanpa batas terhadap teknologi AI perusahaan tersebut. Trump memerintahkan sebagian besar lembaga federal segera menghentikan penggunaan sistem itu. Namun, dia memberi Pentagon waktu enam bulan untuk menghentikan teknologi yang sudah telanjur terintegrasi dalam platform militer.
"Kami tidak membutuhkannya, kami tidak menginginkannya, dan tidak akan berbisnis dengan mereka lagi!" tulis Trump dalam unggahannya di media sosial.
Trump menyebut keputusan Anthropic sebagai kesalahan yang fatal. Dia juga melontarkan kritik keras kepada mereka yang bekerja di Anthropic. Dia menyebut mereka sebagai orang-orang gila sayap kiri, menuduh perusahaan bersikap egois serta membahayakan nyawa warga dan keamanan nasional AS.
Menurut pemimpin Partai Republik itu, Anthropic telah melakukan kesalahan dengan mencoba menekan Pentagon dalam negosiasi penggunaan teknologi AI.
Anthropic Melawan
Sementara Anthropic menyatakan akan menggugat keputusan pemerintahan Trump yang melabeli perusahaan itu sebagai risiko rantai pasokan, ke pengadilan. Perusahaan itu menjadi salah satu yang pertama secara terbuka menantang kebijakan Trump pada masa jabatan keduanya.
Anthropic dalam pernyataan resminya menegaskan, tidak ada intimidasi atau hukuman dari Departemen Perang yang akan mengubah sikap mereka terkait pengawasan domestik massal maupun pengembangan senjata otonom penuh.
"Kami akan menantang penetapan risiko rantai pasokan apa pun di pengadilan," kata Anthropic.
Anthropic menjelaskan, penetapan risiko rantai pasok oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth hanya berlaku pada kontrak Departemen Pertahanan terkait penggunaan Claude AI. Operasi lain di luar lingkup tersebut tidak terdampak.
"Kami percaya penetapan ini akan secara hukum tidak tepat dan akan menciptakan preseden berbahaya bagi perusahaan Amerika mana pun yang bernegosiasi dengan pemerintah," kata Anthropic.










