Biaya Revitalisasi Taman Semanggi Capai Rp134 Miliar, Tak Pakai APBD
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memulai revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta. Pembangunan taman yang akan menelan biaya mencapai Rp134 miliar itu tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
Pramono menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng pihak ketiga dalam revitalisasi ini. Namun, Pramono belum mengungkap pihak ketiga yang dimaksud.
"Tempat ini untuk pembangunannya membutuhkan biaya kurang lebih Rp134 miliar dan itu sepenuhnya bukan dari APBD," kata Pramono, Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan, pembangunan Taman Semanggi ini akan mempertimbangkan gagasan Presiden pertama, Soekarno saat membangun taman tersebut pada 1962. Arah revitalisasi akan membuat Taman Semanggi menjadi tempat ikonik untuk dimanfaatkan masyarakat.
"Tempat ini seperti yang tadi disampaikan oleh Kepala Dinas Pertamanan, akan menjadi tempat yang menggambarkan bahwa ada regenerasi dari gagasan-gagasan Bung Karno pada waktu itu yang masih kontekstual dengan hari ini," ucapnya.
Pramono menjelaskan revitalisasi ini akan membuat Taman Semanggi terhubung dengan mudah. Ia juga menjamin nantinya tempat itu bisa dimanfaatkan seluruh kelompok masyarakat.
"Tetapi yang paling penting saya sudah menyampaikan ini tidak mengganggu lalu lintas yang ada karena bagaimanapun ini adalah transportasi utama di Jakarta, etalase utamanya Jakarta," katanya.
Pembangunan Taman Semanggi diperkirakan memakan waktu 1,5 tahun. Ia berharap revitalisasi ini akan selesai sebelum 22 Juni 2027 dalam rangka menyambut 500 tahun usia Jakarta.
"Saya berharap tanggal 22 Juni sudah selesai, karena itu menjadi ulang tahunnya Jakarta, sekaligus 500 tahun buat Jakarta. Kita menandai dengan dibangunnya Semanggi ini," tutur Pramono.










