Presiden Prabowo Kumpulkan Mantan Menlu di Istana, Bahas Geopolitik Strategis

Presiden Prabowo Kumpulkan Mantan Menlu di Istana, Bahas Geopolitik Strategis

Terkini | inews | Rabu, 4 Februari 2026 - 19:59
share

JAKARTA, iNews.id – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan eksklusif dengan Menteri Luar Negeri Sugiono, para Wakil Menteri Luar Negeri, serta mantan menteri dan wakil menteri di Istana Negara, Rabu (4/2/2026), memicu spekulasi publik soal arah kebijakan luar negeri Indonesia.

Menteri Luar Negeri periode 2009-2014, Marty Natalegawa, terlihat tiba di Istana dengan mobil Mercedes-Benz coklat. Saat ditemui awak media, dia menegaskan hanya menerima undangan presiden. “Saya hanya mendapat undangan saja dari presiden,” kata Marty, menepis kabar bahwa ia akan dimintai pandangan soal bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza.

Tak lama setelahnya, Menteri Luar Negeri periode 2014-2024, Retno Marsudi, datang. Ia hanya menyampaikan singkat kepada awak media, “Nanti saja ya, thank you.”

Kehadiran mantan pejabat ini menambah tensi publik, karena kedua tokoh memiliki pengalaman strategis dalam menangani isu geopolitik regional dan internasional.

Selain itu, Wamenlu periode 2014, Dino Patti Djalal, juga hadir memenuhi undangan. Kehadiran para mantan pejabat senior ini menunjukkan pertemuan bukan sekadar formalitas, melainkan forum diskusi yang serius.

Wamenlu Arrmanatha Nasir mengonfirmasi bahwa pertemuan dihadiri Menlu Sugiono, wakil-wakilnya, serta sejumlah mantan menteri dan wakil menteri.

“Bapak presiden hari ini menerima para Menlu, Wakil Menlu, juga mantan Menlu, Wakil Menlu serta para think tank untuk berdiskusi,” ujar Arrmanatha.

Meski tidak merinci agenda secara spesifik, Arrmanatha menegaskan fokus pertemuan ada pada isu geopolitik. Hal ini memicu spekulasi publik soal kemungkinan Indonesia akan mengambil langkah strategis baru di kancah internasional.

Pertemuan ini berlangsung di tengah dinamika regional yang semakin kompleks, termasuk konflik dan negosiasi di Timur Tengah. Kehadiran mantan Menlu yang berpengalaman memberi sinyal bahwa Presiden Prabowo ingin mendengar berbagai perspektif sebelum mengambil keputusan.

Kehadiran think tank dan mantan pejabat senior juga menekankan pendekatan inklusif Presiden dalam merumuskan kebijakan luar negeri. Forum ini kemungkinan membahas isu strategis yang berdampak pada posisi Indonesia dalam diplomasi internasional.

Meski agenda resmi belum dibuka untuk publik, pengamat politik menilai langkah ini memperlihatkan Presiden Prabowo serius mengkaji geopolitik global dan regional, termasuk kemungkinan peran Indonesia di forum-forum perdamaian internasional.

Pertemuan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi internal di Kementerian Luar Negeri, sekaligus memastikan Indonesia dapat mengambil keputusan berbasis masukan dari para pakar dan mantan pejabat berpengalaman.

Topik Menarik