Kepala Bappisus Dukung Konsep Hospital Without Walls: Layak Jadi Program Nasional
JAKARTA, iNews.id - Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto mendukung konsep Hospital Without Walls yang diangkat oleh Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Supriyanto. Konsep itu disampaikan dr Supriyanto dalam disertasi doktornya di Universitas Airlangga.
Menurut Aris, konsep tersebut sangat dibutuhkan di Indonesia dan berharap bisa direalisasikan menjadi program nasional. Bahkan, ia mengaku telah berbicara dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait hal ini.
"Saya sudah koordinasi dengan Pak Menteri Kesehatan yang sekarang juga hadir, dan nanti akan kita lanjutin. Semoga bisa menjadi program nasional sehingga pelayanan rumah sakit di seluruh Indonesia, khususnya di RSUD, akan berjalan dengan baik. Bisa terjangkau biayanya ke masyarakat," ujar Aris.
Sebagai informasi, dr Supriyanto mengangkat disertasi berjudul “Pengembangan Model Manajemen Rumah Sakit Berbasis Konsep Hospital Without Walls dalam Platform Public Safety Centre” pada Jumat (23/1/2026).
4.504 Penumpang Tinggalkan Jakarta Naik Bus dari Terminal Kampung Rambutan hingga H-3 Natal
Konsep tersebut menempatkan Public Safety Center (PSC) 119 sebagai pusat koordinasi klinis terintegrasi. Melalui sistem ini, layanan kesehatan tidak lagi menunggu pasien datang ke rumah sakit, melainkan dimulai sejak pra-rumah sakit melalui koordinasi lintas fasilitas dan lintas sektor.
Model tersebut merujuk pada praktik yang dijalankan lebih dari 11 tahun di RSUD Dr Iskak Tulungagung, Jawa Timur. PSC 119 berfungsi sebagai clinical coordination center yang menghubungkan rumah sakit, puskesmas, ambulans, pemadam kebakaran, kepolisian, PMI, hingga relawan.
Triase atau penyaringan dilakukan sejak dini sehingga pasien gawat darurat tertangani lebih cepat. Sementara kasus stabil dapat dirawat dari rumah berbasis telemedicine. Dampaknya, akses layanan meningkat, biaya lebih efisien, dan mutu klinis tetap terjaga.
Hal senada juga disampaikan oleh politisi Effendi Simbolon. Ia mendukung agar konsep Hospital Without Walls bisa dijadikan program nasional.
"Kita membutuhkan sistem pelayanan kesehatan yang berpihak pada pasien. Gagasan ini sudah terbukti di daerah dan sangat layak untuk ditindaklanjuti,” kata Effendi.










