Pengusaha Ungkap Banjir dan Cuaca Ekstrem Buat Masyarakat Ogah Pergi ke Mal
JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja mengatakan, cuaca buruk yang belakangan melanda DKI Jakarta berdampak pada menurunnya kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan.
Menurut Alphonsus, ada dua faktor utama yang menyebabkan penurunan tersebut. Pertama, sejumlah akses menuju pusat perbelanjaan terganggu akibat banjir. Kedua, masyarakat memilih mengurangi aktivitas di luar rumah karena lebih berhati-hati menghadapi kondisi cuaca.
"Pasti berpengaruh. Ada akses yang terganggu dan masyarakat juga lebih berhati-hati sehingga mengurangi keluar rumah. Jadi dua hal itu yang mempengaruhi kunjungan ke pusat perbelanjaan," ujar Alphonsus kepada iNews.id, Jumat (23/1/2026).
Meski begitu, APPBI belum memiliki data pasti terkait penurunan tingkat okupansi maupun persentase penurunan kunjungan akibat cuaca buruk ini. Para pelaku usaha anggota APPBI masih menghitung dampak cuaca buruk yang hampir sepekan mengguyur Jabodetabek.
"Data belum kami kumpulkan secara lengkap. Ada pusat perbelanjaan yang terdampak langsung karena aksesnya terganggu, tapi ada juga yang aksesnya tidak terganggu. Namun secara umum pasti terdampak," katanya.
Alphonsus menambahkan, secara musiman tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan memang cenderung melandai setelah libur Tahun Baru. Biasanya, kunjungan akan kembali meningkat menjelang perayaan Imlek dan Ramadhan.
"Setelah libur tahun baru memang biasanya melandai, nanti akan naik lagi menjelang Imlek dan Ramadhan. Tapi karena sudah hampir tiga minggu berturut-turut cuaca kurang baik, tentu itu juga berpengaruh terhadap kunjungan," jelasnya.
Jakarta Utara dan Barat Paling Terdampak
Berdasarkan pemantauan APPBI, wilayah yang paling terdampak adalah Jakarta Utara dan Jakarta Barat, disusul beberapa titik di Jakarta Selatan, terutama yang akses jalannya terendam banjir. Mengingat di wilayah tersebut juga tercatat paling banyak pusat perbelanjaan.
"Kalau aksesnya banjir dan tidak bisa dilalui, sulit untuk menghimbau masyarakat datang ke pusat perbelanjaan. Akses menjadi faktor utama," kata Alphonsus.
Sementara itu, untuk menyiasati penurunan kunjungan akibat cuaca, pengelola pusat perbelanjaan berharap momentum Imlek dan Ramadhan dapat membantu mengejar ketertinggalan penjualan.
Pada periode itu, pelaku usaha menilai masyarakat cenderung untuk meningkatkan belanja dan kunjungan ke pusat perbelanjaan.
"Kalau akses terganggu karena cuaca, memang sulit disiasati. Mudah-mudahan nanti saat Imlek dan Ramadhan, tingkat kunjungan dan penjualan bisa meningkat untuk menutup penurunan saat ini," pungkas Alphonsus.










