Bapanas Jamin Stok Pangan Melimpah hingga Ramadan: Tidak Ada Alasan Harga Naik

Bapanas Jamin Stok Pangan Melimpah hingga Ramadan: Tidak Ada Alasan Harga Naik

Terkini | idxchannel | Kamis, 22 Januari 2026 - 16:34
share

IDXChannel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga dan ketersediaan pangan aman hingga memasuki Ramadan pada pertengahan Februari 2026.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi lonjakan harga maupun kelangkaan bahan pangan.

Sebab, kata dia, pemerintah terus menjaga Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) agar stabil hingga Ramadan dan setelahnya.

"Kita menjaga HET pangan, sekarang sampai bulan Ramadan, sampai selesai. Dan HPP juga kita jaga. Kenapa? Alhamdulillah stok kita, pangan strategis, aman," ujarnya dalam acara Rapat Koordinasi Pengamanan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Dia mengungkapkan stok beras nasional saat ini mencapai 3,3 juta ton, yang disebut sebagai stok tertinggi sepanjang sejarah pada akhir tahun hingga Januari. Selain itu, stok minyak goreng yang dikelola Bulog juga mencapai sekitar 700 ribu ton.

"Jadi ini tidak ada alasan untuk (harga) naik," kata Amran.

Untuk komoditas protein hewani, Amran menyebut harga ayam justru berada di bawah HPP. Saat ini harga ayam berada di kisaran Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per kilogram (kg), sementara HPP ditetapkan Rp25 ribu per kg.

“Ini harus naik. Insyaallah di Ramadan naik. Kemudian telur aman, bawang merah aman, ini stok kita cukup," kata dia.

Amran juga menegaskan pemerintah tidak akan menolerir pelaku usaha yang menjual pangan strategis di atas HET. Menurutnya, Satgas Pangan akan bertindak tegas apabila ditemukan pelanggaran di lapangan.

"Kalau ada menjual di atas HET, Satgas Pangan akan bekerja, bila perlu menindak. Enggak ada lagi kesempatan, sudah lama kita imbau-imbau, tidak boleh menjual di atas HET," ujar Amran.

Dia menambahkan, seluruh pemangku kepentingan, mulai dari produsen, distributor, pedagang hingga konsumen, telah sepakat menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.

"Semua unsur tadi terlibat, sepakat. Produsen, konsumen, pedagangnya, distributornya sepakat jangan menjual pangan strategis kita di atas HET. Dan HPP-nya kita harus jaga. Supaya apa tujuannya? Produsen tersenyum, pedagangnya bahagia, dan konsumennya juga ikut menikmati bulan suci Ramadan," katanya.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik