Trump Ancam Lancarkan Serangan, AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Iran

Trump Ancam Lancarkan Serangan, AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Iran

Terkini | idxchannel | Selasa, 13 Januari 2026 - 12:24
share

IDXChannel - Kedutaan Besar Virtual Amerika Serikat (AS) mendesak warganya untuk segera meninggalkan Iran di tengah gejolak politik di Negeri Mullah tersebut.

"Warga AS harus mengantisipasi pemadaman internet yang berkelanjutan, merencanakan cara komunikasi alternatif, dan, jika aman untuk melakukannya, mempertimbangkan untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat ke Armenia atau Turki," kata kedutaan virtual dalam sebuah pernyataan di situs webnya.

Kedutaan virtual itu menambahkan bahwa warga negara ganda AS-Iran harus meninggalkan Iran dengan paspor Iran karena pemerintah Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda.

"Warga negara AS berisiko tinggi untuk diinterogasi, ditangkap, dan ditahan di Iran," katanya, dilansir dari Xinhua pada Selasa (13/1/2026).

Menurut pernyataan tersebut, maskapai penerbangan terus membatasi atau membatalkan penerbangan ke dan dari Iran, dengan beberapa maskapai menangguhkan layanan hingga Jumat.

Departemen Luar Negeri AS telah lama menetapkan Iran sebagai tujuan "Jangan Bepergian" tingkat 4, memperingatkan bahwa warga AS tidak boleh bepergian ke sana dengan alasan apa pun dan bahwa mereka yang berada di Iran harus segera pergi karena risiko keamanan yang serius.

Pada Senin, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan diplomasi tetap menjadi pendekatan yang lebih disukai AS dalam berurusan dengan Iran, meskipun pemerintahan Trump tidak akan mengesampingkan opsi militer jika perlu.

“Apa yang akan dilakukan Presiden Donald Trump selanjutnya hanya dia yang tahu. Jadi dunia harus terus menunggu dan menebak, dan kita akan membiarkan dia yang memutuskan,” katanya di Fox News.

Trump mengatakan pada Minggu bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan beberapa opsi, termasuk potensi tindakan militer terhadap Iran, dan bahwa Iran mulai melanggar garis merah AS. Trump sempat mengencam akan menyerang Iran jika Teheran membunuhi demonstran anti-pemerintah.

Tidak ada Kedutaan Besar atau konsulat AS di Iran, dan Kedutaan Besar Swiss di Teheran bertindak sebagai wakil untuk kepentingan AS, tetapi layanannya terbatas.

Protes telah meletus di beberapa kota di Iran sejak akhir Desember karena penurunan tajam mata uang nasional rial dan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan. Jumlah korban tewas yang dilaporkan akibat kerusuhan di kedua pihak, baik pasukan keamanan maupun warga sipil, terus meningkat. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik