Trump Klaim Iran Ajak Negosiasi setelah Diancam Serangan Militer

Trump Klaim Iran Ajak Negosiasi setelah Diancam Serangan Militer

Berita Utama | inews | Senin, 12 Januari 2026 - 14:19
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan beberapa opsi menanggapi penanganan demonstrasi di Iran, termasuk dengan intervensi militer. Demonstrasi besar-besar di Iran telah merenggut 490 nyawa hingga Minggu (11/1/2026) berdasarkan data lembaga Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS.

“Kami mempertimbangkannya dengan sangat serius. Militer sedang mempertimbangkannya, dan kami sedang mempelajari beberapa opsi yang sangat keras. Kami akan membuat keputusan,” kata Trump, di pesawat Air Force One, Minggu malam waktu setempat.

Setelah ancaman serangan yang pertama kali disampaikan Trump pekan lalu, pimpinan Iran menghubungi AS untuk menawarkan negosiasi.

"Pertemuan sedang diatur," ujarnya, seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin (12/1/2026).

Namun Trum menegaskan kembali, pemerintahannya mungkin mengambil sikap sebelum pertemuan itu terwujud.

Sejauh ini belum komentar dari Iran mengenai ancaman terbaru Trump.

Para pejabat Iran pada Minggu menyampaikan peringatan keras jika AS melakukan intervensi militer terkait dengan demonstrasi rusuh.

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan jika negaranya diserang, militernya akan membalas dengan menyerang Israel serta pangkalan dan kapal perang AS di Timur Tengah.

Demonstrasi di Iran dimulai pada 28 Desember 2025, ketika para pedagang Pasar Besar Teheran melakukan mogok dengan menutup toko. Mereka memprotes kondisi perekonomian yang terus memburuk ditandai dengan anjloknya nilai tukar rial terhadap dolar AS.

Unjuk rasa kemudian menyebar ke penjuru Iran dan agendanya pun meluas hingga isu biaya hidup serta perlawanan terhadap rezim ulama Iran yang telah memerintah negara itu sejak Revolusi Islam 1979.

Pemadaman internet sejak Kamis pekan lalu dan masih berlangsung saat ini bak bahan bakar yang membuat kerusuhan semakin menjadi-jadi.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pemerintahannya siap mendengarkan tuntutan para demonstran. Namun dia juga mendesak masyarakat untuk menghindari pihak-pihak yang membawa agenda tertentu yakni "perusuh" dan "unsur teroris" guna menimbulkan kekacauan.

Dia menuduh Israel dan AS dalang di balik kerusuhan di Iran.

"Orang-orang sama yang menyerang negara ini, berusaha membuat parah kerusuhan ini, terkait dengan masalah ekonomi," ujarnya.

Trump dijadwalkan bertemu dengan penasihat seniornya pada Selasa besok untuk membahas opsi bagi Iran.

Surat kabar The Wall Street Journal melaporkan, opsi tersebut termasuk serangan militer, penggunaan senjata siber rahasia, perluasan sanksi, dan pemberian bantuan secara online kepada pihak-pihak anti-pemerintah.

Trump juga berencana berbicara dengan Elon Musk tentang pemulihan internet di Iran.

Topik Menarik