Prabowo Hadiri Panen Raya dan Swasembada Beras di Karawang Hari Ini
IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri panen raya dan pengumuman swasembada beras yang digelar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, hari ini Rabu (7/1/2026).
Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai mengikuti retreat di kediaman Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026) malam.
“Agendanya sebenarnya adalah besok itu semacam penegasan bahwa kita telah berhasil dalam satu tahun ini mencapai swasembada beras,” kata Prasetyo.
Dia menambahkan, panen raya ini menjadi simbol keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan swasembada beras sekaligus momentum untuk menjaga keberlanjutan capaian tersebut.
“Panen raya sekaligus sebagai momentum bahwa kita berhasil mencapai swasembada beras. Harapan kita bisa kita pertahankan, bisa kita tingkatkan,” ujarnya.
Prasetyo mengungkapkan, Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras pada akhir 2025. Meski demikian, pemerintah masih terus mendorong pencapaian swasembada pada komoditas pangan lainnya sebagai bagian dari target swasembada pangan nasional.
"(Kita) Belum swasembada pangan. Karena pangan berdiri dari beberapa hal. Kita baru bisa berhasil swasembada karbohidrat dalam hal ini beras. Artinya swasembada, kita 2025 sudah tidak impor beras lagi," tutur Prasetyo.
Menurutnya, upaya percepatan swasembada pangan juga menjadi arahan langsung Presiden Prabowo dalam retreat tersebut. Presiden menegaskan pentingnya mencapai swasembada komoditas lain seperti jagung, bawang, serta sumber protein hewani, termasuk ikan dan telur.
"Salah satu penekanannya adalah kepada Kementerian KKP untuk sesegera mungkin melakukan percepatan terhadap pembangunan kampung-kampung nelayan. Kemudian kita sudah menyepakati tadi untuk membangun atau membuat kurang lebih 1.582 kapal tangkap ikan," kata Prasetyo.
Lebih lanjut, Prasetyo menilai swasembada pangan menjadi kebutuhan mendesak agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri, terutama untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mencontohkan, jika program MBG menjangkau 82,9 juta penerima pada 2026, maka kebutuhan bahan pangan, khususnya protein, akan meningkat signifikan.
“Kalau satu hari saja menunya adalah telur, maka dibutuhkan 82 juta butir telur satu hari. Jadi kalau per hari ini kurang lebih ayam yang dibutuhkan hampir mencapai 890 juta, 800 juta ekor ayam yang kita butuhkan untuk memenuhi semua protein, itu hanya dari kebutuhan MBG,” katanya.
(kunthi fahmar sandy)










