Heboh Pelajar SMK Bogor Kesurupan Massal saat Syuting Film di Rumah Kosong

Heboh Pelajar SMK Bogor Kesurupan Massal saat Syuting Film di Rumah Kosong

Terkini | inews | Senin, 5 Mei 2025 - 12:12
share

BOGOR, iNews.id - Sejumlah pelajar SMK diduga kesurupan di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Kesurupan massal terjadi saat mereka syuting film di salah satu rumah kosong.

Dalam video yang dilihat iNews.id, tampak beberapa pelajar yang diduga kesurupan berteriak histeris. Warga sekitar terlihat memberikan pertolongan hingga menggotong salah satu pelajar ke tempat aman.

"Banyak anak sekolah SMA kesurupan. Saya tidak mengetahui ada kegiatan syuting karena tidak ada izin kepada pengurus RW. Tolong Babinkamtibmas, Babinsa, Pak Lurah datang ke lokasi," ucap pria dalam video, Senin (5/5/2025).

Camat Bogor Utara Riki Robiansyah mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu 4 Mei 2025. Awalnya, pelajar SMK itu membuat film di salah satu rumah kosong.

"Jadi secara kronologis siswa tersebut ada tugas sekolah. Mereka jurusan broadcasting. Ada tugas untuk membuat film oleh sekolah seperti untuk memperkuat bidangnya. Jadi meraka syuting di rumah (kosong) itu," kata Riki kepada wartawan.

Meski sudah mendapat izin pemilik rumah, kata dia, kegiatan itu tidak dilaporkan ke pengurus lingkungan setempat.

"Itu sebenernya rumah kosong tapi diizinkan oleh pemilik. Pemiliknya ini salah satu orang tua dari siswa SMK ini tapi tanpa memberitahukan ke pengurus wilayah RT, RW dan lurah," tutur dia.

Riki mengatakan pelajar yang diduga kesurupan berjumlah delapan hingga 10 orang. Mereka langsung mendapatkan penanganan dari pemuka agama setempat.

"Alhamdulillah dibantu pemuka agama siswa ini dibawa ke masjid untuk diobati atau dinormalkan. Setelah selesai dijemput sekolah dan keluarga, kurang lebih ada 8 sampai 10 orang," ungkapnya.

Dia berharap bentuk kegiatan apa pun, terutama anak sekolah di lingkungan warga, dikoordinasikan kepada pengurus wilayah setempat. Hal itu untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

"Minimal RT, RW dan lurah supaya memonitor. Karena kita kan tidak tahu kejadiannya nanti seperti apa. Apalagi tidak dilaporkan," kata Riki.

Topik Menarik