Gempa M5,0 Guncang Jambi, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
JAKARTA - Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyebutkan, wilayah Jambi diguncang gempa tekntonik dengan kekuatan magnitudo M5,0 pada Minggu (2/2/2035) pukul 20.38 WIB. Namun, gempa tersebut tak berpotensi terjadinya tsunami.
"Minggu (2/2/2035) pukul 20.38.44 WIB wilayah Jambi diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,46° LS ; 101,90° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Lembah Masurai, Merangin, Jambi pada kedalaman 144 km," ujarnya melalui keterangannya, Minggu.
Menurutnya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktifitas deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia (intermediate-intra-slab). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
"Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Merangin dan Bengkulu Utara dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tuturnya.
Ia menambahkan, hingga pukul 21.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," katanya.










