Viral Petugas Damkar Depok Room Tour Alat-alat yang Rusak: Mohon Maaf untuk Warga

Viral Petugas Damkar Depok Room Tour Alat-alat yang Rusak: Mohon Maaf untuk Warga

Terkini | inews | Sabtu, 20 Juli 2024 - 10:32
share

DEPOK, iNews.id - Seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) Kota Depok memperlihatkan sejumlah alat yang rusak. Dengan bergaya 'room tour', dia menujukkan gergaji mesin hingga rem tangan mobil yang tak berfungsi.

Video room tour ala petugas damkar Depok ini viral di media sosial.

"Selamat datang room tour di kantor Pemadam Kebakaran Kota Depok. Ya, silakan untuk warga masyarakat Kota Depok, saya mohon maaf sekali. Setiap ada telepon di UPT kami dan UPT-UPT lainnya mengenai pohon tumbang, bukan kami tidak mau mengerjakan, tapi chainsaw kami rusak," kata petugas tersebut.

"Ya, kami sudah bikin nota dinas berbulan-bulan yang lalu, tapi belum dibenahi. Mohon maaf untuk warga Kota Depok," ujarnya.

Selanjutnya, petugas itu menaiki sebuah mobil damkar dan memperlihatkan kondisi rem tangan yang tidak layak fungsi. Kondisi itu membuat petugas cemas saat bertugas memadamkan api.

"Kalau di tanjakan rasanya dag dig dug, pengen copot (jantungnya), takut mobil mundur. Kalau untuk laporan atau nota di atas, kami sudah buatkan semuanya. Kalau dikata untuk laporan, kami sudah melapor kemarin sama seperti kemarin solar. Ya, Bapak, diramaikan dulu, baru dibenahi," ucapnya.

Video itu menuai beragam respons dari warganet. Salah satu netizen yang kasihan lalu mengirimkan gergaji mesin atau chainsaw kepada damkar.

"2 unit chainsaw saya kirim hari ini. Dah beres ya, semoga bermanfaat," kata @brorondm.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Adnan Mahyudin merespons video viral itu. Menurutnya pemeliharaan unit damkar sudah dilakukan berkala hanya saja ada spare part yang membutuhkan waktu untuk didatangkan.

Dia juga mengklaim unit damkar di setiap Unit Pelayanan Terpadu (UPT) dalam kondisi siap untuk kegiatan penanggulangan bencana kebakaran.

"Disampaikan bahwa pemeliharaan unit dilakukan secara berkala, namun ada kendala di spare part yang butuh waktu karena mobil lama tahun 2015/2016. Tidak semua unit UPT rusak dan masih ada unit yang siap dan ready untuk kegiatan penanggulangan bencana dan kebakaran," ucap Adnan.

Sementara gergaji mesin diakui memang sedang rusak dan akan diperbaiki. Dia meminta kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan terkait pohon tumbang bisa melapor kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Depok.

"Memang chainsaw sedang rusak, akan diperbaiki menurut laporan dari Kepala UPT, tetapi apabila ada yang minta pertolongan misalkan pohon tumbang maka leading sektor ada DLHK, kita bisa juga menyampaikan mohon bantuan kepada DLHK," ujarnya.

Topik Menarik