Menag Gus Yaqut Resmikan STAHN Jawa Dwipa dan Luncurkan Kitab Suci Agama Hindu

Menag Gus Yaqut Resmikan STAHN Jawa Dwipa dan Luncurkan Kitab Suci Agama Hindu

Terkini | inews | Rabu, 10 Juli 2024 - 20:46
share

KLATEN, iNews.id – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meresmikan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Jawa Dwipa Klaten, di Pura Mangkunegaran Surakarta, Selasa (9/7/2024) malam. Peresmian STAHN itu dirangkai dengan peluncuran Kitab Suci Agama Hindu Ramah Disabilitas.

Dua agenda besar yang menjadi program Prioritas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) tersebut dirangkai dengan satu event besar yaitu festival keagamaan Hindu Utsawa Dharmagita (UDG) Nasional XV 2024.

STAHN Jawa Dwipa yang sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Hindu Dharma (STHD) ini saat ini telah resmi menjadi lembaga Pendidikan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN) pertama di Pulau Jawa.

Menag Gus Yaqut mengatakan, pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan bangsa. “Dengan adanya STAHN Jawa Dwipa, kita berharap akan lahir generasi muda Hindu yang tidak hanya unggul dalam bidang akademis, tetapi juga memiliki integritas, moralitas, dan spiritualitas yang kuat,” tutur Menag Yaqut dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/7/2024).

Menag mengatakan, STAHN Jawa Dwipa diharapkan mampu menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam pendidikan agama Hindu di Pulau Jawa. 

Dengan kurikulum yang integratif dan inovatif, serta dukungan dari tenaga pengajar yang kompeten, saya yakin STAHN Jawa Dwipa akan mampu melahirkan lulusan-lulusan yang siap berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Peresmian ini juga menjadi simbol dari komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap pengembangan pendidikan agama, termasuk agama Hindu,” katanya. 

Kitab Suci Agama Hindu

Selain meresmikan STAHN Jawa Dwipa, Menag juga meluncurkan Kitab Suci Agama Hindu Ramah Disabilitas. Menag mengungkapkan bahwa, Indonesia telah lama dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, kemanusiaan, dan inklusivitas. 

Menag Gus Yaqut meluncurkan Kitab Suci Agama Hindu. (Foto: Kemenag)
Menag Gus Yaqut meluncurkan Kitab Suci Agama Hindu. (Foto: Kemenag)

“Salah satu wujud dari komitmen ini adalah memberikan perhatian khusus kepada saudara-saudara kita yang memiliki disabilitas. Inisiatif untuk menghadirkan Kitab Suci Agama Hindu dalam format yang ramah bagi penyandang disabilitas adalah langkah nyata yang sangat mulia,” tuturnya. 

Kitab suci, kata Menag, merupakan pedoman hidup yang penting bagi setiap umat beragama. Oleh karena itu, akses yang setara terhadap kitab suci adalah hak dasar yang harus dipenuhi. Dengan adanya kitab suci yang ramah disabilitas, Menag berharap bahwa semua umat Hindu, tanpa terkecuali, dapat mengakses dan memahami ajaran-ajaran suci yang terkandung di dalamnya. 

Dirjen Bimas Hindu, Prof I Nengah Duija mengungkapkan, Peraturan Menteri Agama (PMA) ini menjadi momen bersejarah bagi umat Hindu khususnya di Pulau Jawa, karena dengan perubahan status ini menjadikan STAHN Jawa Dwipa satu satunya kampus Negeri berbasis keagamaan Hindu di Pulau Jawa.

“Momen ini harus dimaknai sebagai tonggak baru menuju sumber daya manusia Hindu yang unggul, baik dosen, tenaga kependikan dan mahasiswanya,” katanya.

Pustaka Suci Upadesa dan Panca Sraddha dipilih  sebagai sumber Ajaran Agama Hindu dalam bentuk Braille dan Audio book untuk penyandang disabilitas Tuna Netra dan Pustaka  Suci Panca Sraddha dalam bentuk bahasa isyarat untuk  penyandang disabilitas Tuna Rungu. 

Penyediaan Kitab Suci Hindu ramah disabilitas ini bekerjasama dengan Yayasan Mitra Netra Jakarta Selatan dan  Genta Media Kreasi Jakarta Timur. 

Acara peresmian STAHN Jawa Dwipa dan peluncuran Kitab Suci Agama Hindu Ramah Disabiltas yang dirangkai dengan pembukaan Utsawa Dharmagita XV Nasional 2024 tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Solo sekaligus Wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka, Koordinator Staf Khusus Presiden AAGN Ari Dwipayana, dan sejumlah pejabat teras Kemenag lainnya.

Topik Menarik