Modus Pelaku Pinjol di Jaktim Tipu Pelamar Kerja Selfie Pegang KTP: Undian Berhadiah

Modus Pelaku Pinjol di Jaktim Tipu Pelamar Kerja Selfie Pegang KTP: Undian Berhadiah

Terkini | inews | Rabu, 10 Juli 2024 - 17:45
share

JAKARTA, iNews.id - Polisi mengungkap modus lain yang digunakan R, oknum karyawan toko telepon seluler di Pusat Grosir Cililitan (PGC) Jakarta Timur (Jaktim) menipu para pelamar kerja hingga miliaran rupiah. R menawarkan undian berhadiah.

"Terlapor ini menawarkan kepada para korban pekerjaan admin konter handphone dan juga menawarkan undian berhadiah kepada para korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Rabu (10/7/2024).

Menurut dia, para korban diminta menyerahkan sejumlah persyaratan seperti identitas diri, data diri, KTP, dan juga foto selfie dengan memegang KTP. Data-data itu kemudian digunakan untuk mengajukan pinjaman online (pinjol) tanpa sepengetahuan korban.

“Maka data tersebut digunakan atau disalahgunakan oleh terlapor untuk melakukan pinjaman-pinjaman online, dengan cara menginstal di aplikasi handphone milik para korban. Jadi seolah-olah korban itu melakukan pinjaman yang mana para korban ini tidak pernah mengajukan transaksi tersebut,” ungkapnya.

Mantan Kapolres Jakarta Selatan itu menyebutkan, korban mengalami kerugian hingga Rp1 miliar.

“Sehingga para korban secara kumulatif kerugiannya diperkirakan Rp1 miliar sekian. Ini masih dilakukan pendalaman oleh penyidik Polres Metro Jakarta Timur,” kata dia.

Ade pun mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyerahkan data pribadi seperti KTP. Sebab, data pribadi tersebut sangat rawan disalahgunakan.

"Jangan asal-asalan. kalau ada orang mengaku dari mana, dari kantor A, kantor B, ya cek ID card-nya, bener apa enggak, ada surat tugasnya apa enggak, karena rawan disalahgunakan. Hati-hati," kata dia.

Diketahui, 26 orang jadi korban dalam peristiwa tersebut. Kasus itu bermula ketika para korban mendapatkan undangan dari R untuk bekerja dan diminta menyerahkan KTP.

Namun, data pribadi itu malah digunakan pelaku untuk mengajukan pinjol. Ditaksir, kerugian yang diderita oleh para korban mencapai angka Rp1,1 miliar. Kasus itu masih diselidiki lebih lanjut oleh polisi.

Topik Menarik