Wapres Bahas Situasi Gaza dengan Grand Syekh Al Azhar, Serukan Perdamaian

Wapres Bahas Situasi Gaza dengan Grand Syekh Al Azhar, Serukan Perdamaian

Terkini | inews | Rabu, 10 Juli 2024 - 16:05
share

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin membahas situasi Gaza dengan Grand Syekh Al Azhar Ahmed Mohammed Ahmed Al-Thayeb di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (10/7/2024). Wapres menegaskan konflik di Gaza merupakan soal kemanusiaan.

Wapres pun mendapatkan apresiasi dari Grand Syekh Al Azhar, bahwa pemerintah Indonesia dan cukup dikenal di Timur Tengah yang terus menyuarakan perdamaian di Gaza akibat konflik Palestina dengan Israel.

“Jadi kalau soal Gaza, justru apresiasi yang luar biasa dari Grand Syekh dan tim Al Azhar kepada pemerintah Indonesia selama ini sudah cukup dikenal di Timur Tengah dia bilang, di Mesir apalagi,” kata Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi usai mendampingi Wapres bertemu Grand Syekh.

Pada kesempatan itu, Grand Syekh juga berharap Indonesia terus mengintensifkan untuk mewujudkan perdamaian di Gaza. “Tapi dia berharap peran itu terus diintensifkan supaya agar lebih konkret wujud dalam konteks bagaimana Gaza damai daripada itu, harapannya seperti,” ujar Masduki.

Wapres, kata Masduki, juga menegaskan pemerintah Indonesia akan terus bergerak dengan rakyat agar Gaza damai. Wapres mengatakan bahwa persoalan Gaza bukan masalah agama, namun kemanusiaan.

“Wapres juga sudah menjelaskan soal Gaza. soal Palestina, kami di sini, tidak hanya pemerintah, tetapi kami bergerak dengan rakyat, jadi rakyat kami di Indonesia tidak mengenal agama, jadi itu karena ini soal kemanusiaan, maka gerakan ini akan terus dilakukan oleh baik pemerintah Indonesia dan rakyat Indonesia,” kata dia.

Keduanya juga sepakat memerangi islamofobia dengan melibatkan kekuatan lembaga-lembaga hingga kekuatan negara.

"Kalau menurut Grand Syekh Al Azhar itu kalau bisa melibatkan, apa namanya kekuatan politik kenegaraan, artinya resmi negara, itu saya kira akan makin bagus dan makin banyak melibatkan berbagai negara. Itu saya kira satu hal yang dibicarakan,” tambahnya.

Wapres dan Grand Syekh juga menyampaikan pengalaman Islam moderat di Indonesia maupun Mesir. Seperti diketahui, Ma'ruf pernah menjabat Rais Aam PBNU.

“Dipaparkan banyak hal oleh Wapres mengenai pengalaman-pengalaman bagaimana Islam wasathiyah yang berkembang di Indonesia,” kata Masduki.

Sebelumnya, Grand Syekh bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kunjungan ini bagian dari rangkaian tur Grand Syekh ke Asia Tenggara

Grand Syekh pernah datang ke Indonesia pada 2016 dan 2018. Tujuan utama kedatangan adalah untuk mempromosikan Islam moderat dan dialog antar-agama.

Topik Menarik