Pegi Setiawan Dibekap dan Dipukul di Tahanan Polda Jabar, Dipaksa Ngaku Pembunuh Vina Cirebon

Pegi Setiawan Dibekap dan Dipukul di Tahanan Polda Jabar, Dipaksa Ngaku Pembunuh Vina Cirebon

Terkini | okezone | Rabu, 10 Juli 2024 - 04:02
share

BANDUNG - Pegi Setiawan yang baru saja terbebas dari status tersangka pembunuhan Vina Cirebon dan Eky mengaku pernah mendapat perlakuan kurang mengenakan selama menjadi tahanan Polda Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan Pegi Setiawan dalam jumpa pers di rumah singgah, Jalan Sabang, Kota Bandung, Senin 8 Juli 2024 malam. Pegi mengaku awalnya dia diperlakukan biasa saat proses penangkapan.

"Saat penangkapan Alhamdulillah enggak (dipukuli atau dianiaya)," ucap Pegi.

 BACA JUGA:

Namun sesampainya di Polda Jabar, Pegi mengaku mendapat perlakuan tindak kekerasaan, baik verbal maupun non-verbal. Ia merasa dipaksa mengaku sebagai pembunuh Vina dan Eky.

"Ada. Semacam kata-kata kasar banyak sekali, ancaman-ancaman banyak sekali. Selain itu saya pernah dipukul bagian mata (sebelah kanan) oleh salah satu penguasa gedung itu," ungkapnya.

Pegi mengaku, tidak mengatahui pasti alasan dirinya mendapatkan perlakuan tindak kekerasan tersebut.

"Saya kurang tahu itu. Mereka bilang bahwa saya pembunuhlah, gak punya hati nurani terus mukul saya, gitu aja," ujarnya.

 BACA JUGA:

"Saya tidak menjawab karena saya tidak merasa bersalah jadi diam saja. Saya dipanggil Perong, kalau saya tidak melihat saya dicaci maki. Kalau misalkan saya melihat, saya dianggap 'kamu memang Perong'," tambahnya.

Mendapat perlakuan tersebut, Pegi mengaku tidak bisa tidur selama dua malam.

"Saya hanya bisa pasrah. Di situ saya tidak bisa tidur hampir dua malam," imbuhnya.

 BACA JUGA:

Pegi mengatakan, peristiwa itu terjadi sebelum ada kuasa hukum yang mendampinginya. Selain itu, dirinya juga pernah dibekap wajahnya dengan kantong plastik.

Pegi mengaku, perlakuan tersebut diterima setelah ibu dan kuasa hukumnya datang.

"Terakhir ada, pas mamah sama Bu Yanti (kuasa hukum) keluar, saya ada di dalam, ada itu sempat dari penyidik itu masukin kresek ke muka saya hampir gak bisa napas. Saya berontak, gak lama terus mereka buka lagi," terangnya.

Topik Menarik