Seorang Bocah Tewas Tenggelam Saat Mandi Di Sungai Bengawan Madiun

Seorang Bocah Tewas Tenggelam Saat Mandi Di Sungai Bengawan Madiun

Terkini | ngawi.inews.id | Jum'at, 21 Juni 2024 - 08:40
share

NGAWI,iNewsNgawi.id - Akibat tanpa pengawasan orang tua seorang anak ditemukan tewas tenggelam terseret arus sungai saat mandi bersama tiga orang temanya, jasad korban ditemukan setelah selama dua jam upaya pencarian dilakukan.

Warga desa Kartoharjo kecamatan Ngawi Kamis siang ( 20/6), gempar usai mendapat laporan jika seorang bocah bernama Kaesa Albaqi Yusuf (10 ), siwa kelas 4 SD anak dari Aswin warga desa Beran kecamatan Ngawi tenggelam di sungai Bengawan Madiun saat bermain dengan beberapa orang temanya.

Warga langsung meminta keterangan dari beberpa bocah lainya terkait kejadian terseretnya korban, dan keterangan yang didapat , sebelumnya korban berada dipinggir sungai , namun karena lengah korban terseret ke tengah dan terperosok ke dasar sungai bagian dalam.

Setelah dilakukan pencarian selama dua jam akhirnya korban berhasil ditemukan, dan jasadnya langsung dievakuasi ke kamar jenazah rumah sakit Soeroto.

Salah satu warga, Purwanto mengaku saat ditemukan posisi korban berada di sela-sela lubang batu padas di kedalaman sekitar 2,5 meter.

Sedangkan jarak dari lokasi tenggelam dan ditemukan hanya sekitar 6 meter, namun memang karena kondisi sungai Bengawan Madiun yang cukup dalam dan banyak lubang batu padas, membuat warga kesulitan menemukan korban.

"Korban tersangkut di celah batu padas yang tertutup ranting bambu, bagian kaki korban yang pertama kali tersenggol tangn saya," kata Purwanto menuturkan ketika melakukan penyelaman tanpa alat selam.

Sementara itu Kepala desa Beran Agus Supriyadi membenarkan jika korban merupakan warga pendatang yang kontrak rumah di desanya. Kejadian bermula saat korban bermain dan berenang di aliran sungai Bengawan Madiun. yang ada di desa Kartoharjo, saat kejadian dua temannya juga nyaris tenggelam namun berhasil menyelanatkan diri, hanya korban yang tidak bisa berenang terseret arus hingga akhirnya tenggelam.

"Para anak anak ini berjalan kaki dari desa kami menuju sungai melewati taman Candi, kemudian mereka berenang namun korban tidak bisa berenang, meski sempat coba ditolong oleh ketiga temannya, namun gagal," kata Agus yang menunggu di TKP hingga tiga jam.

Topik Menarik