Suntik Pengencer Darah Aman Dilakukan Ibu Hamil? Ini Penjelasannya

Suntik Pengencer Darah Aman Dilakukan Ibu Hamil? Ini Penjelasannya

Terkini | okezone | Senin, 12 Februari 2024 - 22:00
share

SEORANG ibu hamil (bumil) datang ke pelayanan kesehatan dan mengeluhkan bahwa kakinya bengkak mulai pada usia kehamilan tujuh minggu. Hingga akhirnya masalah tersebut menjadi semakin parah ketika dia dikabarkan mengalami keguguran.

Lebih lanjut, pada kehamilan berikutnya, pasien yang tidak diketahui identitasnya itu mendapat tindakan berupa suntik pengencer darah, yang akhirnya ibu hamil tersebut terbebas dari keluhan bengkak sampai melahirkan. Namun, kondisi itu tetap ditambah dengan menjaga makan dan kondisi badannya.

Berkaca dari kondisi itu, Dokter Spesialis Kandungan, dr Ardiansjah Dara Sjahruddin menjelaskan kondisi seperti ini memang biasa terjadi, terutama pada ibu hamil yang memiliki kekentalan darah, yang disebut dengan ACA atau trombofilia.

“Obat pengencer darah ini biasanya diberikan kepada bumil yang memiliki masalah kekentalan darah yang disebut ACA atau trombofilia. Darah bumil yang mengalami kondisi tersebut akan seret sehingga kehamilannya bisa tidak berkembang,” kata dr Dara, dikutip dalam akun X miliknya @dokterDara, Senin (12/2/2024).

Oleh karena itu, pada kondisi ini dokter biasanya akan memberikan obat pengencer darah. Adapun dua jenis obat pengencer darah yang digunakan yakni dengan suntik dan oral atau diminum, dengan tentunya pemberian obat juga disesuaikan tergantung dosis dan kebutuhan oleh dokter kandungan.

Maka dari itu, dr Dara mengatakan suntik pengencer darah tetap aman dilakukan seseorang, tetapi dengan memperhatikan satu syarat yaitu dilakukan dalam pengawasan dokter. Sebab, hal itu tidak boleh dikonsumsi secara sembarang dan hanya dokter lah yang bisa menentukannya.

“Dokter lah yang mengetahui berapa dosis yang diperlukan oleh bumil pada saat itu. Karena kalau kelebihan bisa berbahaya. Jadi pada prinsipnya ini aman diberikan kepada bumil, tetapi tidak boleh dikonsumsi sendiri,” ucap dr Dara.

Topik Menarik