Ini Arti Ucapan Jazakallahu Khairan dan Keutamaannya yang Luar Biasa

Ini Arti Ucapan Jazakallahu Khairan dan Keutamaannya yang Luar Biasa

Terkini | okezone | Sabtu, 10 Februari 2024 - 09:10
share

BERIKUT ini penjelasan mengenai arti ucapan Jazakallahu Khairan dan keutamaannya. Jazakallahu Khairan jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia maka kurang lebih yakni "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan."

Kalimat Jazakallahu Khairan diucapkan seseorang setelah menerima pertolongan atau bantuan dari pihak lain. Dijelaskan dalam hadits shahih berikut:

وَعَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ، فَقَالَ لِفَاعِلهِ : جَزَاكَ اللهُ خَيْراً ، فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ )) . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ )) .

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barang siapa yang diperlakukan baik, lalu ia mengatakan kepada pelakunya: Jazakallahu Khairan (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan),' maka sungguh ia telah sangat menyanjungnya."

(HR Tirmidzi nomor 2035 dan An-Nasa'i dalam 'Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, 180; juga dari jalur Ibnu As-Sunni dalam 'Amal Al-Yaum wa Al-Lailah: 275; Ath-Thabrani dalam Ash-Shaghir, 2:148. Syekh Salim bin 'Ied Al-Hilaly mengatakan sanad hadits ini sahih, perawinya tsiqqah)

Dilansir dari Rumaysho.com, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal M.Sc menjelaskan faedah hadits tersebut, yakni:

1. Kita didorong untuk melakukan kebaikan dan memberikan yang makruf pada sesama Muslim.

2. Diperintahkan membalas kebaikan orang yang telah berbuat baik kepada kita.

3. Jika tidak mampu membalas kebaikan orang yang berbuat baik kepada kita, bisa dengan mendoakan kebaikan untuknya.

4. Karakter seorang mukmin adalah menghargai kebaikan orang lain.

5. Seorang Muslim itu tegas dalam bermualah dengan saudaranya. Maka ia tidak menampakkan apa yang ia tidak mampu lakukan. Ia tidak membebankan diri pada sesuatu yang ia tidak mampu, dan ia tidak merasa puas, jika memang ia tidak diberi.

6. Allah Subhanahu wa Ta'ala mampu melakukan segala hal. Siapa yang lemah dalam suatu hal, maka hendaklah ia meminta tolong kepada Allah Ta'ala karena yang tidak mungkin, bisa diwujudkan oleh Allah Ta'ala.

7. Seorang hamba harus menampakkan rasa fakirnya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

8. Balasan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala lebih pasti ditunaikan daripada balasan dari manusia. Itulah tanda rahmat Allah Ta'ala kepada hamba. 

Topik Menarik