Loading...
Loading…
Perseteruan Berlanjut, China Bela WHO dari Serangan Taiwan

Perseteruan Berlanjut, China Bela WHO dari Serangan Taiwan

Terkini | inewsid | Jumat, 10 April 2020 - 11:39

BEIJING, iNews.id China menuduh Taiwan telah menyerang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan sangat jahat dan berkomplot dengan para pengguna internet untuk menyebarkan komentar-komentar rasial. Tudingan Beijing itu menyusul pernyataan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang mengaku menerima pelecehan rasial dari Taiwan.

Taiwanyang saat ini diklaim China sebagai bagian dari wilayah teritorinyatelah menanggapi dengan murka pernyataan Tedros itu. Pemerintah di Taipei menuduh Tedros telah mengumbar omong kosong dan memintah agar mantan menteri luar negeri Ethiopia segera meminta maaf atas pernyataannya.

Pengucilan yang dilakukan WHO terhadap Taiwan selama berlangsungnya wabah corona ini telah membuat pemerintah Taipei marah. Negara pulau itu menuding pengucilan oleh badan kesehatan PBB itu karena adanya desakan dari China.

Dalam pernyataannya Kamis (9/4/2020), Pemerintah RRC menyampaikan kritik keras terhadap Partai Progresif Demokratik (DPP)partai berkuasa di Taiwan.

Otoritas DPP secara tidak sengaja menggunakan isu virus (Covid-19) untuk mencari kemerdekaan (Taiwan), menyerang WHO dan orang-orang yang punya tanggung jawab (dalam masalah pandemi) secara keji, berkomplot dengan tentara internet hijau untuk menyebarkan komentar rasial secara sembarangan. Kami sangat mengutuk ini, ungkap Pemerintah RRC dalam pernyataan yang dikutip Reuters , Jumat (10/4/2020).

Kata hijau dalam pernyataan itu identik dengan warna DPP. China meyakini, DPP tengah mencari cara untuk meraih kemerdekaan Taiwan di tengah wabah corona ini. Akan tetapi, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen membantah tudingan Beijing itu. Dia menyatakan, negaranya merdeka sejak dulu dengan nama resmi Republik China.

Pemerintah Taiwan juga menegaskan, China harus berhenti menggunakan WHO untuk menekan mereka dan secara politis mencoreng wajah Taiwan di dunia internasional. Kami tidak takut akan ancaman, ujar Presiden Tsai.

Sementara, Amerika Serikat pada Kamis (9/4/2020) waktu setempat kembali menuduh WHO lebih memprioritaskan politik dalam penanganan Covid-19. Washington menilai WHO telah mengabaikan peringatan Taiwan atas wabah asal Wuhan, China, saat negara pulau itu mengemukakan kasus mereka terkait corona kepada badan PBB tersebut, Januari lalu.

Presiden Donald Trump sebelumnya juga mengancam akan menahan dana bantuan AS untuk WHO. Departemen Luar Negeri AS menyatakan, WHO terlalu terlambat membunyikan alarm atas Covid-19. AS Departemen pimpinan Mike Pompeo itu berpendapat, kelambatan itu menunjukkan bahwa WHO terlalu hormat kepada China karena tidak mengejar petunjuk yang telah diberikan Taiwan.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{
{
{