Loading...
Loading…
Gagal Nikah di Luar KUA karena Corona? Ini Cara Ambil Biaya yang Sudah Telanjur Dibayar

Gagal Nikah di Luar KUA karena Corona? Ini Cara Ambil Biaya yang Sudah Telanjur Dibayar

Terkini | inewsid | Jumat, 10 April 2020 - 04:00

JAKARTA, iNews.id Kementerian Agama memastikan pencatatan nikah hanya dapat dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) selama masa pandemi virus corona atau Covid-19. Bagi calon pengantin yang telah mendaftar ijab kabul di luar KUA dan telanjur membayar ke kas negara, dapat mengajukan permohonan pengembalian dana.

Kepastian ini disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi saat rapat bersama dengan Komisi VIII DPR. Untuk pengembalian dana, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon pengantin.

"Bagi para calon pengantin (catin) yang telah mendaftar untuk melakukan pencatatan nikah di luar KUA dan telah menyetor biaya pencatatan biaya nikah Rp600.00 ke kas negara, maka diantisipasi dengan mengembalikan biaya pencatatan nikah," kata Fachrul, melalui keterangan tertulis, Kamis (9/4/2020).

Menag menuturkan, selain ketentuan tersebut, pada masa Covid-19 ini calon pengantin juga hanya dapat mengajukan pendaftaran pencatatan nikah secara online atau dalam jaringan (daring). Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman simkah.kemenag.go.id.

Menurut dia, pelaksanaan pencatatan nikah setelah 1 April 2020 ditiadakan. Bagi catin yang ingin mendaftarkan pencatatan nikah tetap dapat melakukan pendaftaran daring. Adapun pelaksanaan akad nikah akan dilayani setelah selesai masalah wabah Covid-19.

Selain itu, layanan di KUA kecamatan akan ditiadakan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi potensi kontak jarak dekat dan menciptakan kerumunan.

"Layanan di KUA kecamatan seperti bimbingan perkawinan bagi catin, konsultasi perkawinan, bimbingan manasik, dan bimbingan keagamaan lainnya yang berpotensi menjalin kontak jarak dekat sera menciptakan kerumunan ditiadakan," ujar mantan wakil Panglima TNI ini.

Sementara itu Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin menjelaskan, calon pengantin yang akan mengajukan pengembalian biaya nikah, dapat mengunduh surat permohonan di laman bimasislam.kemenag.go.id.

Beberapa persyaratan yang perlu dilengkapi calon pengantin untuk mengajukan pengembalian biaya nikah yakni permohonan hanya dapat dilakukan oleh salah satu calon pengantin, surat permohonan pengembalian setoran yang ditandatangani di atas materai materai, dan fotokopi bukti pendaftaran nikah model N2 yang dilegalisir oleh kepala KUA kecamatan.

Selain itu, fotokopi Bukti Penerimaan Negara (BPN)/Bukti Transfer yang dilegalisir KUA kecamatan, fotokopi KTP kedua calon pengantin, fotokopi buku rekening tujuan pengembalian Pemohon (rekening harus aktif serta fotokopi harus terang dan jelas), fotokopi NPWP Pemohon (jika ada) dan nomor telepon pemohon yang bisa dihubungi.

Persyaratan tersebut kemudian dikirimkan ke Direktorat Jenderal Bimas Islam, dengan alamat: Gedung Kementerian Agama Jalan MH Thamrin No. 6 Lantai 6, Jakarta Pusat, kata dia.

Original Source

Topik Menarik