Loading...
Loading…
2 Penimbun Hand Sanitizer di Bekasi Ternyata Juga Memproduksi Tanpa Izin

2 Penimbun Hand Sanitizer di Bekasi Ternyata Juga Memproduksi Tanpa Izin

Terkini | okezone | Senin, 06 April 2020 - 16:48

BEKASI Selain melakukan penimbunan hand sanitizer, dua pria yang ditangkap di Kabupaten Bekasi yakni HE dan Yu ternyata juga memproduksinya dalam skala besar. Apalagi di tengah pandemi corona virus disease atau covid-19 seperti saat ini.

"Selain menimbun, pelaku HE dan YU juga memproduksi hand sanitizer dalam jumlah besar tanpa izin produksi," kata Kasat Narkoba Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi AKBP Arlon Sitinjak kepada wartawan, Senin (6/4/2020).

Ia mengatakan, kedua pelaku ditangkap di tempat berbeda. HE diringkus di kediamannya, Taman Sriwijaya, Lippo Cikarang, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sedangkan YU di tempat tinggalnya, Jalan Alam Permai 5, Perumahan Oakwood.

Di rumah HE, petugas menemukan satu dus berisi ribuan botol kosong untuk wadah hand sanitizer, puluhan jeriken besar berisi cairan hand sanitizer, 220 plastik kosong, serta 2 alat pompa.

"Di lokasi penangkapan, pelaku menyimpan bahan pokok pembuatan hand sanitizer dalam jumlah banyak, termasuk botol hand sanitizer siap jual," kata dia.

Sementara dari rumah YU, petugas menyita 200 jeriken berisi hand sanitizer, 48 jeriken alkohol kadar 96 persen, 19 jeriken alkohol 70 persen, 3 rol kabel, 42 jeriken kosong, 1 kantong tutup botol, corong, dan 2 pompa tangan.

"Barang bukti tersebut saat ini sudah diamankan petugas," jelasnya.

Atas perbuatan tersebut, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 107 Ayat (1) juncto Pasal 29 Ayat (1) dan/atau Pasal 106 juncto Pasal 24 Ayat (1) tentang tindak pidana pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang.

Kemudian Pasal 107 UU Nomor 07 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Pasal 196 UU 36/2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukuman maksimal dari kedua pasal itu yakni 5 tahun penjara dan denda Rp50 miliar.

Original Source

Topik Menarik