Peneliti yang Mencari Bahtera Nuh Mendapat Ancaman Pembunuhan
Seorang peneliti yang mencari bukti keberadaan Bahtera Nuh di Turki mengaku telah menerima ancaman pembunuhan dan mengalami peristiwa pembobolan di rumahnya, menyusul dimulainya proyek penelitian tersebut.
Andrew Jones, pendiri "Noah’s Ark Scans," menyatakan bahwa ancaman itu mulai muncul beberapa bulan lalu, setelah timnya mengumumkan keberhasilan mereka dalam memperoleh izin dari pemerintah Turki untuk melakukan penelitian di lokasi tersebut.
Menurut laporan CBN News pada hari Kamis, Jones menuturkan bahwa orang-orang yang tidak dikenal menggedor pintu apartemennya di tengah malam, sambil meneriakkan kata-kata kasar dan ancaman pembunuhan dalam bahasa Inggris."Mereka menggunakan bahasa kasar dan mengancam akan membunuh saya," ujarnya.
Namun, ia mengakui bahwa dirinya tidak dapat memastikan secara pasti apakah ancaman-ancaman tersebut berkaitan langsung dengan ekspedisi pencarian Bahtera Nuh.
Jones mengungkapkan bahwa kejadian serupa terulang beberapa hari kemudian, yang memaksanya untuk meninggalkan apartemennya dan tinggal bersama seorang teman demi keselamatannya.Jones juga mengungkapkan bahwa proses mendapatkan izin penelitian tersebut memakan waktu bertahun-tahun, karena memerlukan kerja sama dengan universitas dan akademisi setempat.
Ia menjelaskan bahwa tim peneliti hanya memiliki waktu satu bulan untuk menggalang dana dan merampungkan persiapan setelah izin tersebut disetujui awal tahun ini.
Ia mengeklaim bahwa para profesor lokal yang terlibat dalam proyek ini juga menghadapi tekanan, bahkan ada yang dicap sebagai "pengkhianat" oleh pihak-pihak tertentu.
Meskipun menghadapi tekanan tersebut, Jones menegaskan bahwa timnya tidak berniat untuk menghentikan upaya penelitian mereka.
Kendati demikian, klaim bahwa lokasi tersebut merupakan tempat keberadaan Bahtera Nuh yang sebenarnya hingga kini belum terbukti secara ilmiah.
