Microsoft Rilis Font Baru Gratis, Terinspirasi Tulisan Tangan Michelangelo!

Microsoft Rilis Font Baru Gratis, Terinspirasi Tulisan Tangan Michelangelo!

Teknologi | inews | Senin, 12 Oktober 2026 - 14:38
share

JAKARTA, iNews.id – Microsoft memperkenalkan font baru bernama Michelangelus yang terinspirasi dari tulisan tangan seniman legendaris era Renaissance, Michelangelo Buonarroti. Menariknya, font ini bisa diunduh secara gratis dan dirancang agar karakter tulisan tangan bersejarah tersebut tetap nyaman dibaca dalam penggunaan modern.

Peluncuran Michelangelus bukan sekadar menghadirkan pilihan huruf baru untuk dokumen digital. Font ini juga menjadi bagian dari peringatan 400 tahun peresmian Basilika Santo Petrus di Vatikan yang jatuh pada 18 November 2026.

Michelangelus dikembangkan oleh studio desain Studiogusto dengan mempelajari dokumen asli Michelangelo. Bahan yang diteliti mencakup surat pribadi, catatan, hingga tanda tangannya.

Alih-alih menyalin tulisan tangan sang seniman secara persis, tim desain mengambil karakter visual, proporsi, dan ritme penulisannya untuk menghasilkan jenis huruf yang memiliki sentuhan historis, tetapi tetap relevan dengan kebutuhan masa kini.

Pendekatan tersebut membuat Michelangelus tidak hanya mengandalkan nilai estetika. Font ini juga dirancang agar mudah dibaca ketika digunakan dalam dokumen, materi komunikasi, maupun kebutuhan editorial.

Terinspirasi Karya Sang Maestro Renaisans

Proses pengembangan Michelangelus melibatkan penelusuran arsip di sejumlah lembaga, termasuk arsip Fabbrica di San Pietro, Arsip Apostolik Vatikan, dan Casa Buonarroti di Florence, Italia.

Penelitian tersebut membantu tim desain mengenali ciri khas tulisan Michelangelo, mulai dari bentuk huruf kapital, perbandingan ruang kosong dan ruang terisi, hingga kemiringan serta ritme goresannya.

Tim desain juga menggabungkan karakter tulisan personal sang seniman dengan kesan monumental dari karya-karyanya, termasuk patung Pietà dan kubah Basilika Santo Petrus. Hasilnya adalah jenis huruf serif yang berusaha mempertahankan kesan elegan dan berkarakter tanpa mengorbankan keterbacaan.

Menurut pengumuman resmi Basilika Santo Petrus pada 8 Oktober 2026, Michelangelus dikembangkan atas permintaan Fabbrica di San Pietro dan dirancang oleh Studiogusto untuk digunakan dalam ekosistem Microsoft 365.

Font tersebut nantinya tidak hanya dipakai untuk dokumen digital, tetapi juga materi cetak dan papan informasi di dalam Basilika Santo Petrus. Proyek ini sekaligus menjadi salah satu upaya memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat luas.

Punya Empat Gaya, Bisa Diunduh Gratis

Michelangelus hadir dalam empat gaya, yakni Regular, Italic, Bold, dan Bold Italic. Keluarga font ini memiliki lebih dari 500 glif yang mendukung berbagai kebutuhan penulisan dan desain.

Pengguna yang ingin mencobanya tidak perlu menunggu hingga font tersebut tersedia secara bertahap di Microsoft 365. Microsoft telah menyediakan berkas font untuk diunduh dan dipasang secara manual pada perangkat yang mendukung instalasi font OpenType.

Font ini mendukung Windows 10, Windows 11, macOS, serta sistem operasi lain yang memungkinkan pemasangan berkas font OpenType.

Pengguna bisa mengunduhnya melalui laman resmi Microsoft berikut:

[https://www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx?id=108856]

Setelah mengunduh berkas ZIP, pengguna cukup mengekstrak berkas font, kemudian memasangnya di perangkat. Setelah proses instalasi selesai, Michelangelus dapat digunakan pada aplikasi yang mendukung font tersebut.

Microsoft juga menjadwalkan integrasi font ini ke koleksi Microsoft 365 secara bertahap hingga akhir 2026.

Kehadiran Michelangelus memperlihatkan bagaimana teknologi dapat menjadi jembatan antara warisan seni bersejarah dan aktivitas digital sehari-hari. Tulisan tangan seorang seniman yang hidup pada abad ke-15 dan ke-16 kini diinterpretasikan menjadi font yang bisa digunakan untuk membuat dokumen, materi editorial, hingga desain kreatif.

Alih-alih sekadar menghadirkan pilihan huruf baru, Michelangelus membawa jejak sejarah seni Renaisans ke perangkat yang digunakan masyarakat modern.

Topik Menarik