Pendidikan Vokasi Pertanian Dituntut Adaptif, PEPI Siapkan SDM Kuasai Teknologi

Pendidikan Vokasi Pertanian Dituntut Adaptif, PEPI Siapkan SDM Kuasai Teknologi

Teknologi | inews | Jum'at, 18 September 2026 - 17:53
share

JAKARTA, iNews.id - Perkembangan teknologi di sektor pertanian membuat kebutuhan terhadap sumber daya manusia (SDM) dengan keterampilan teknis ikut meningkat. Kondisi tersebut mendorong pendidikan vokasi pertanian untuk terus beradaptasi agar lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga mampu menerapkan teknologi di lapangan.

Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menjadi salah satu institusi yang diarahkan untuk menyiapkan SDM dengan kompetensi tersebut. Pendidikan yang diberikan tidak lepas dari kebutuhan sektor pertanian terhadap tenaga yang memahami alat dan mesin pertanian, mekanisasi, otomasi, serta berbagai inovasi teknologi.

Direktur PEPI Harmanto mengatakan, penguatan kelembagaan dibutuhkan agar institusinya dapat menjalankan tugas dan fungsi pendidikan vokasi secara lebih optimal, terutama dalam menyiapkan SDM di bidang enjiniring pertanian.

Vokasi pertanian dituntut melek teknologi. (Foto: Instagram)

"Kebutuhan sektor pertanian terhadap SDM yang menguasai teknologi terus berkembang. Karena itu, PEPI perlu memperkuat kapasitasnya dalam menyiapkan lulusan yang memahami alat dan mesin pertanian, mekanisasi, otomasi, teknologi, serta berbagai inovasi yang mendukung modernisasi pertanian," kata Harmanto.

Upaya memperkuat kapasitas tersebut salah satunya dilakukan melalui pengajuan peningkatan eselonisasi kelembagaan PEPI dari Eselon III menjadi Eselon II. Usulan itu dibahas saat jajaran PEPI melakukan audiensi dengan Pemerintah Provinsi Banten di Kantor Gubernur Banten, Selasa (15/9/2026).

Audiensi yang diterima Sekretaris Daerah Provinsi Banten tersebut menjadi bagian dari upaya PEPI membangun sinergi sekaligus memperoleh dukungan pemerintah daerah dalam proses pengembangan kelembagaan institusi.

Penguatan kelembagaan dinilai penting karena pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam menjawab perubahan kebutuhan dunia pertanian. Perkembangan mekanisasi dan otomasi membuat sektor pertanian membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengoperasikan dan menerapkan teknologi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan juga menekankan pentingnya penguatan SDM sebagai bagian dari pembangunan pertanian nasional. Pendidikan dan pelatihan menjadi instrumen untuk menyiapkan generasi muda dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan sektor pertanian.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan generasi muda pertanian yang mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Polbangtan dan PEPI diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, mampu menerapkan inovasi dan teknologi, serta dapat menjadi bagian dari penggerak pembangunan pertanian.

PEPI dan Pemprov Banten. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menilai pembinaan generasi muda pertanian perlu dilakukan secara menyeluruh. Kemampuan akademik dan keterampilan teknis perlu berjalan bersama dengan pembentukan karakter, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, dan kreativitas.

Dengan pendekatan tersebut, lulusan pendidikan vokasi diharapkan tidak hanya menjadi tenaga terampil, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus mengambil peran dalam pembangunan pertanian.

Bagi PEPI, penguatan kelembagaan juga diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Kapasitas organisasi yang lebih kuat dapat mendukung tata kelola, koordinasi, jejaring kerja sama, serta layanan pendidikan bagi mahasiswa.

Dalam proses pengajuan perubahan kelembagaan tersebut, dukungan dan rekomendasi Pemerintah Provinsi Banten menjadi salah satu dokumen pendukung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penguatan pendidikan vokasi pada akhirnya menjadi bagian dari upaya menjawab perubahan wajah pertanian yang semakin mengandalkan teknologi. SDM yang menguasai mekanisasi, otomasi, alat dan mesin pertanian, serta inovasi menjadi kebutuhan untuk mendukung modernisasi sektor tersebut.

Melalui penguatan kelembagaan dan pendidikan yang semakin relevan dengan kebutuhan lapangan, PEPI diarahkan untuk menyiapkan SDM enjiniring pertanian yang kompeten, inovatif, berintegritas, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian.

Topik Menarik