Cuma 10 Detik, Instagram First Draft Bikin Edit Manual Reels Jadi Basi

Cuma 10 Detik, Instagram First Draft Bikin Edit Manual Reels Jadi Basi

Teknologi | sindonews | Jum'at, 28 Agustus 2026 - 21:58
share

Mengedit video itu pekerjaan paling membosankan bagi content creator. Motong-motong klip. Buang jeda. Susun ulang. Berjam-jam habis sebelum satu reel jadi.

Instagram punya jawaban. Namanya First Draft.

Selasa lalu, lewat akun Threads resminya, Instagram mengumumkan fitur ini. Fungsinya sederhana: memotong otomatis klip-klip video yang dipilih pengguna. Jeda dan keheningan dibuang sendiri oleh sistem. Momen-momen terbaik disusun jadi draf awal.

Waktunya? Kurang dari 10 detik.

Bandingkan dengan cara lama. Pengguna harus buka klip satu-satu. Potong manual. Susun urutan. Bisa berjam-jam untuk satu reel pendek. Dengan First Draft, semua itu selesai secepat menyeduh kopi instan.Caranya gampang. Pilih beberapa klip dari galeri Reels, atau langsung dari kamera Instagram saat merekam. Lalu tekan tombol First Draft di bagian bawah aplikasi. Video hasil racikan otomatis langsung muncul.

Instagram menegaskan lewat postingannya sendiri: potongan otomatis itu semuanya bisa diubah lagi, diatur ulang urutannya, bahkan direset total sebelum diunggah. Jadi bukan hasil final yang dipaksakan, hanya titik awal.

Bedanya dengan TikTok? TikTok menyinkronkan klip berdasarkan lagu yang dipilih. First Draft justru membaca "vibe" keseluruhan video. Bukan sekadar ketukan musik.

Cocok untuk apa fitur ini? Video talking-head. Vlog harian. Montase estetik. Konten day-in-the-life. Semua format yang selama ini bikin creator pemula minder karena harus belajar software edit dulu.

Sebenarnya, ide ini bukan barang baru. Adobe Firefly sudah punya Quick Cuts. CapCut sudah lama punya Auto Cut. Tapi Instagram punya satu keunggulan: fitur ini menempel langsung di aplikasi utama. Tidak perlu pindah ke aplikasi lain. Tidak perlu ekspor-impor file bolak-balik. Creator tinggal di satu ekosistem saja.

Ini strategi yang masuk akal secara pasar. Sepanjang tahun ini Instagram gencar menambah alat kreator. Ada "Replace Audio", untuk ganti musik di feed dan carousel tanpa hapus-unggah ulang. Ada rencana asisten AI baru di aplikasi Edits. Ada juga uji coba fitur "Series", mengelompokkan reel-reel terkait supaya ditonton berurutan seperti serial.

Semua mengarah ke satu tujuan: mengunci creator tetap di dalam Instagram. Semakin lengkap alatnya, semakin kecil alasan pindah ke aplikasi lain.

Ada satu kebetulan menarik. First Draft diumumkan tepat di hari yang sama bos Instagram, Adam Mosseri, dijadwalkan bersaksi dalam sidang gugatan besar terhadap Meta. Gugatan itu menuduh Instagram dan Facebook dirancang agar anak-anak kecanduan, tanpa serius menangani dampaknya. Meta membantah semua tuduhan itu.

Kebetulan waktu ini sulit diabaikan. Di satu sisi Instagram merilis fitur yang memudahkan hidup jutaan creator. Di sisi lain, bosnya duduk di kursi saksi menjawab tuduhan soal dampak platform pada anak.

Untuk sekarang, First Draft baru tersedia di iPhone. Pengguna Android harus menunggu. Instagram belum memberi kepastian kapan giliran Android tiba, hanya menjanjikan perluasan bertahap.

Yang jelas, satu hal berubah. Membuat reel yang dulu butuh kesabaran, kini bisa selesai secepat mengetuk satu tombol.

Topik Menarik