Hebat, Siswa Indonesia Rebut Medali Emas Olimpiade Fisika Asia di Korea Selatan

Hebat, Siswa Indonesia Rebut Medali Emas Olimpiade Fisika Asia di Korea Selatan

Teknologi | inews | Jum'at, 29 Mei 2026 - 15:06
share

JAKARTA, iNews.id - Prestasi membanggakan ditorehkan pelajar Indonesia di kancah internasional. Siswa SMAK Penabur Gading Serpong program Brilliant Class, Evan Syatia To, merebut medali emas dalam ajang Asian Physics Olympiad 2026 di Busan, Korea Selatan, pada 17-25 Mei.

Keberhasilan Evan menjadi sorotan karena kompetisi tersebut diikuti 208 peserta dari 28 tim negara Asia. Raihan medali emas itu sekaligus mempertegas kualitas pelajar Indonesia dalam bidang sains, khususnya fisika.

“Saya tidak menyangka dapat meraih medali emas karena target saya sebenarnya hanya meraih medali saya tidak lebih. Pencapaian ini tentunya membuat saya senang dan bangga,” ujar Evan Syatia To, dalam keterangan pers dilansir Jumat (29/5/2026).

APhO sendiri pertama kali digelar pada 2000 di Indonesia. Tahun ini, kompetisi berlangsung di Korea Selatan dengan mempertemukan pelajar-pelajar terbaik dari berbagai negara Asia.

Untuk bisa tampil di APhO 2026, Evan mengaku telah melakukan persiapan panjang selama dua tahun sejak duduk di kelas 10 hingga kini berada di kelas 11. Ketertarikannya terhadap fisika mulai berkembang setelah sebelumnya fokus pada bidang matematika saat SMP.

Perjalanan Evan dimulai ketika mengikuti Olimpiade Sains Nasional 2025 dan berhasil meraih medali emas. Dari pencapaian tersebut, dia melanjutkan perjuangan dengan mengikuti serangkaian seleksi menuju Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI).

“Saya sudah ikut banyak tahapan seleksi sejak Desember 2025 dan akhirnya terpilih menjadi bagian dari TOFI pada bulan Maret 2026. Kemudian, saya menjalankan pelatihan yang ketat lagi hingga akhirnya dapat berpartisipasi di APhO,” kata Evan.

Dia mengungkapkan, persiapan menuju APhO dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari pembelajaran di sekolah, belajar mandiri, hingga pelatihan intensif dari Yayasan Simetri dan Pusat Prestasi Nasional.

“Untuk mengikuti APhO saya melakukan banyak persiapan mulai dari pelajaran yang diberikan guru di sekolah, belajar secara mandiri, hingga pelatihan yang didapatkan dari Yayasan Simetri maupun Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas),” ucapnya.

Saat berlaga bersama tujuh anggota TOFI lainnya, Evan mendapat pengalaman berharga karena dapat bertemu pelajar dari berbagai negara. Menurutnya, kompetisi berlangsung selama dua hari dengan format teori dan eksperimen.

“Untuk kompetisinya berlangsung selama dua hari, satu hari mengerjakan soal teori dan satu hari berikutnya menyelesaikan soal eksperimen yang berlangsung selama lima jam tiap harinya. Pendapat saya, soal-soal yang diberikan unik dan menarik dengan eksperimen yang tidak terduga. Untuk pengerjaannya, saya menemukan kesulitan di soal teori, tetapi bisa mengerjakan tes eksperimen dengan lancar,” kata Evan.

Sukses di APhO, Evan kini bersiap menghadapi International Physics Olympiad 2026 yang akan digelar pada 4-12 Juli 2026 di Bucaramanga, Kolombia. Ajang tersebut bakal diikuti lebih dari 1.000 pelajar terbaik dari 95 negara.

“Untuk Juli mendatang persiapannya sekitar 1,5 bulan bersama dengan teman-teman dari TOFI. Persiapannya masih sama seperti APhO, ada pelatihan dari Puspresnas dan latihan eksperimennya akan lebih banyak lagi,” ujar Evan.

Dia juga memberikan pesan motivasi kepada pelajar Indonesia yang ingin mengikuti kompetisi internasional agar percaya pada kemampuan diri sendiri.

“Kalian jangan meremehkan kemampuan diri sendiri, harus memiliki jiwa ambisius dengan tujuan positif, jangan takut, dan jangan menganggap diri tidak layak,” kata Evan.

Dukungan penuh diberikan SMAK Penabur Gading Serpong kepada para siswa yang akan tampil di olimpiade internasional lainnya. Selain Evan, ada Jonathan Ezekiel yang akan berlaga di International Biology Olympiad 2026, Danica Odelia di International Mathematical Olympiad 2026, Axelleon Reinhart Tandani di International Cyber Olympiad in AI 2026, serta Joshua Wilson di International Economics Olympiad 2026.

Topik Menarik