AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer

AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer

Teknologi | sindonews | Kamis, 28 Mei 2026 - 11:11
share

Pentagon sedang mempertimbangkan untuk menginvestasikan USD342 juta untuk meningkatkan armada B-1B Lancer-nya, sehingga mampu membawa rudal nuklir dan memperpanjang masa pakainya hingga tahun 2037

Departemen PertahananAS sedang mempertimbangkan rencana untuk mengembalikan kemampuan senjata nuklir pada pesawat pembom strategis B-1B Lancer. Ini adalah langkah penting yang dapat membalikkan keputusan denuklirisasi yang dibuat berdasarkan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START) pada tahun

Awalnya, B-1B Lancer dirancang sebagai pesawat pembom nuklir utama, yang mampu menembus pertahanan udara Soviet pada ketinggian rendah. Namun, setelah runtuhnya Uni Soviet, Amerika Serikat menonaktifkan senjata nuklir pesawat tersebut pada tahun 1994-1995 sesuai dengan Perjanjian START I.

Selama proses ini, peralatan khusus untuk menggantung dan meluncurkan senjata nuklir, beserta sistem tenaga terkait, dibongkar. Pada tahun 2011, seluruh armada B-1B secara resmi diklasifikasi ulang sebagai pesawat yang hanya membawa senjata konvensional. Setiap tahun, inspektur Rusia melakukan pemeriksaan untuk memverifikasi kepatuhan terhadap perjanjian internasional AS mengenai jenis pesawat ini.

Teknologi yang ditingkatkan dan kemampuan tempur hipersonik.Menurut laporanmiliter, Pentagon telah mengembangkan tiang penyangga eksternal khusus yang memungkinkan B-1B membawa rudal jelajah berhulu ledak nuklir. Yang menarik, setiap tiang penyangga baru ini dirancang untuk menampung dua rudal secara bersamaan.

Pesawat pembom B-1B Lancer akan mampu meluncurkan senjata hipersonik dari tiang penyangga eksternal.Selain memulihkan kemampuan nuklir, Angkatan Udara AS juga menguji integrasi rudal hipersonik jarak jauh ke pesawat pembom Lancer. Kombinasi kecepatan pesawat dan teknologi senjata baru diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan pencegahan strategis dalam lanskapgeopolitikbaru.

Keputusan ini merupakan bagian dari program modernisasi skala besar Pentagon untuk armada pembom strategisnya. Antara tahun 2027 dan 2031, sekitar USD342 juta diperkirakan akan diinvestasikan untuk meningkatkan 44 pesawat pembom B-1B yang masih beroperasi.

Paket peningkatan ini tidak hanya mengubah konfigurasi senjata tetapi juga membantu memperpanjang masa pakai armada. Alih-alih pensiun dini seperti yang direncanakan sebelumnya, B-1B Lancer yang telah ditingkatkan dapat terus bertugas di Angkatan Udara AS setidaknya hingga tahun 2037.

Topik Menarik