Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Militer AS telah melaporkan hilangnya sekitar 20 drone MQ-9 Reaper, dengan perkiraan total nilai USD1 miliar, yang secara signifikan berdampak pada kemampuan pengintaiannya di wilayah tersebut.
Di tengah meningkatnya ketegangan militer , armada pesawat nirawak MQ-9 Reaper AS telah mengalami kerugian yang signifikan
Menurut laporan terbaru, sekitar 20 MQ-9 telah dihancurkan oleh sistem pertahanan udara dan serangan terhadap pangkalan militer, yang sangat berdampak pada kemampuan pengumpulan intelijen Pentagon di Timur Tengah. MQ-9 Reaper adalah UAV canggih yang memainkan peran kunci dalam strategi militer AS modern. Sistem ini tidak hanya melakukan misi pengumpulan intelijen tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukan serangan terarah presisi.
Dari segi spesifikasi teknis, MQ-9 dapat beroperasi terus menerus selama lebih dari 27 jam dan mencapai ketinggian operasional lebih dari 7.276 meter.
Biaya setiap MQ-9 Reaper sekitar 30 juta dolar AS. Menurut data Bloomberg, total kerugian yang diperkirakan dari UAV ini sekitar 1 miliar dolar AS. Angka ini setara dengan hampir 20 dari total jumlah UAV tempur yang dimiliki Pentagon sebelum operasi militer dimulai.
Kehilangan pesawat terjadi dengan berbagai cara. Beberapa ditembak jatuh langsung oleh pertahanan udara Iran saat sedang terbang, terutama insiden pada 6 Mei di daerah Qeshm, hampir sebulan setelah gencatan senjata diberlakukan.Selain itu, banyak unit MQ-9 lainnya hancur di darat akibat serangan terhadap pangkalan militer AS di Kuwait dan UEA, atau karena kecelakaan operasional.
Hilangnya sejumlah besar UAV berteknologi tinggi secara langsung telah melemahkan kemampuan intelijen dan pengawasan (ISR) militer AS.
Analis militer percaya bahwa, meskipun ada upaya untuk mengerahkan peralatan modern, AS dan sekutunya belum mampu secara signifikan melemahkan kemampuan pertahanan dan serangan balik musuh di kawasan ini.
