Apple Rayakan 50 Tahun, Steve Wozniak Malah Pilih Pensiun dari Teknologi dan Menjauh dari AI

Apple Rayakan 50 Tahun, Steve Wozniak Malah Pilih Pensiun dari Teknologi dan Menjauh dari AI

Teknologi | sindonews | Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:55
share

Menjelang perayaan setengah abad berdirinya Apple pada 1 April mendatang, ironi besar justru terlontar dari mulut sang pendiri, Steve Wozniak, yang secara terang-terangan mengaku sangat kecewa dan nyaris tidak pernah menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Selama 50 tahun terakhir, Apple telah mengubah peradaban manusia. Wozniak yang mengabdi hingga tahun 1985 adalah otak di balik komputer personal 8-bit Apple I dan dua model komputer pertama, serta kreator Macintosh yang memopulerkan antarmuka grafis. Inovasinya membuka gerbang teknologi hingga kini produk Apple (Macintosh, iPhone, Apple Watch, dan AirPods) berada di saku sekitar 1,5 miliar orang di seluruh dunia. Namun, Wozniak kini lebih memilih menyentuh rumput.

"Saya benar-benar telah cukup banyak memutus hubungan dari teknologi. Dan saya percaya alam jauh lebih penting daripada apa yang dilakukan manusia," ungkap Wozniak dalam wawancara terbaru bersama CNN. Mengenai AI, ia melontarkan kritik tajam. "Saya sangat jarang menggunakan AI. Saya sering membaca hal-hal (yang dihasilkan AI), dan itu terdengar terlalu kaku dan terlalu sempurna, sementara saya menginginkan sesuatu dari manusia, dan saya sering kali sangat kecewa."

Skeptisisme Wozniak sejalan dengan postur bisnis Apple saat ini yang tampak tertinggal dalam perlombaan senjata AI global. Pada tahun fiskal 2025, Apple hanya mengalokasikan belanja modal AI sebesar USD12,7 miliar (sekitar Rp215,9 triliun). Angka ini sangat kerdil dibandingkan guyuran dana raksasa dari para hyperscaler AI—Microsoft, Amazon, dan Alphabet—yang secara kolektif menghabiskan USD300 miliar (sekitar Rp5.100 triliun). Alih-alih meracik AI sendiri, Apple terpaksa memotori asisten virtual Siri mereka menggunakan teknologi Gemini milik Google.

Ketidaktertarikan pada AI ternyata juga mewabah di kalangan elite perusahaan. Riset Universitas Stanford yang dipimpin pakar masa depan kerja, Nicholas Bloom, menyurvei lebih dari 6.000 eksekutif senior di AS, Inggris, Jerman, dan Australia. Hasilnya mengejutkan: hampir 70 persen CEO, CFO, dan petinggi C-suite menggunakan AI kurang dari satu jam per minggu, dan 28 persen sama sekali tidak menyentuhnya. Hanya sekitar 7 persen responden yang menggunakan AI lebih dari lima jam dalam sepekan. Meski begitu, adopsi perlahan naik; jajak pendapat Gallup bulan Januari mencatat 69 persen pemimpin menggunakan AI pada kuartal keempat 2025, naik dari posisi di bawah 40 persen pada pertengahan 2023.Lebih jauh, para maestro pencipta candu digital ini justru membatasi ketat paparan layar pada keluarga mereka sendiri. Pendiri pendamping YouTube, Steve Chen, yang menjabat Chief Technology Officer sebelum perusahaannya diakuisisi Google pada 2006, melarang keras anak-anaknya terpapar konten pendek seperti TikTok karena merusak rentang perhatian. Miliarder Peter Thiel pada 2024 membatasi dua anaknya menatap layar hanya 1,5 jam per minggu. Bill Gates, Evan Spiegel (Snap), dan Elon Musk (Tesla) memberlakukan batasan serupa. Sikap waspada ini tervalidasi minggu ini ketika juri pengadilan menyatakan YouTube dan Meta bersalah karena melukai pengguna muda lewat fitur desain yang adiktif.

Tradisi "anti-layar" di rumah ini bahkan mengakar kuat di tubuh Apple. Saat peluncuran perdana pada 2010, mendiang CEO Steve Jobs mengaku anak-anaknya tidak pernah menggunakan iPad. "Kami membatasi seberapa banyak teknologi yang digunakan anak-anak kami di rumah," katanya kepada New York Times.

Sikap ini diwarisi oleh CEO Apple saat ini, Tim Cook, yang awal bulan ini menyuarakan keprihatinannya atas penggunaan AI dan gawai yang berlebihan.

"Saya tidak ingin orang-orang menatap ponsel pintar lebih sering daripada menatap mata seseorang," tegas Cook kepada Good Morning America. "Karena jika mereka hanya menggulir tanpa henti, ini bukan cara yang Anda inginkan untuk menghabiskan hari Anda. Pergilah keluar dan habiskan waktu di alam."

Topik Menarik