Serang Kuwait, Jet Eurofighter Keteteran Melawan Drone Tempur Iran
Sebuah serangan pesawat tak berawak Iran yang diduga menghantam pangkalan Ali Al-Salem di Kuwait, menghancurkan beberapa jet tempur Eurofighter yang mahal.
Beberapa sumber militer melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran melakukan serangan pesawat tak berawak di pangkalan udara Ali Al-Salem di Kuwait. Serangan tersebut diyakini telah mengenai area parkir jet tempur pangkalan tersebut.Menurut laporan awal, serangan itu menghancurkan tiga pesawat Eurofighter Angkatan Udara Kuwait dan merusak parah dua pesawat Eurofighter Angkatan Udara Italia lainnya yang ditempatkan di sana. Kerusakan tersebut dianggap signifikan bagi angkatan udara di pangkalan tersebut.
Sumber-sumber menyebutkan bahwa serangan tersebut mungkin dilakukan menggunakan pesawat nirawak bunuh diri Shahed-136 buatan Iran.
Pesawat nirawak jenis ini memiliki jangkauan sekitar 2.000 km, membawa hulu ledak seberat puluhan kilogram, dan sering digunakan secara beruntun untuk meningkatkan kemampuannya menembus pertahanan udara.
Insiden ini terjadi tak lama setelah sebuah pesawat nirawak pengintai dan serang MQ-9 Reaper milik Angkatan Udara Italia dihancurkan di pangkalan yang sama. Perkembangan ini telah meningkatkan ketegangan militer di kawasan Teluk di tengah kehadiran sejumlah besar pasukan internasional.Selain itu, kelompok paramiliter Irak yang diyakini terkait dengan Iran juga telah melakukan serangan terhadap pasukan darat Italia di beberapa fasilitas militer di Irak, yang menunjukkan peningkatan skala ketegangan.
Perkembangan ini menyoroti peran penting Italia dalam operasi militer yang dipimpin AS di Timur Tengah. Terlepas dari kekuatan militer dan sumber daya ekonominya yang relatif kecil, Italia telah berpartisipasi dalam berbagai misi dukungan di kawasan tersebut.
Serangan-serangan tersebut terjadi setelah diluncurkannya operasi militer skala besar terhadap Iran oleh AS dan Israel pada 28 Februari. Operasi ini diyakini mendapat dukungan dari beberapa negara Teluk Persia serta beberapa negara Eropa.
Menyusul serangan awal, Iran melancarkan serangkaian serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer dan infrastruktur di wilayah Teluk.
Sebuah serangan pada tanggal 16 Maret dilaporkan menghancurkan pesawat peringatan dini dan kendali udara Saab GlobalEye milik Angkatan Udara Uni Emirat Arab di pangkalan Al Dhafra di Abu Dhabi.Drone GlobalEye yang hancur diperkirakan bernilai sekitar 500 juta dolar AS. Selain itu, beberapa drone MQ-9 Reaper dan peralatan militer lainnya di pangkalan tersebut dilaporkan hancur dalam serangan yang sama.
Serangan yang hampir bersamaan juga merusak setidaknya enam pesawat pengisian bahan bakar KC-135 milik AS di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, menimbulkan kekhawatiran tentang efektivitas sistem pertahanan udara di wilayah tersebut.
Pesawat Eurofighter Angkatan Udara Kuwait dianggap sebagai salah satu jet tempur taktis termahal yang saat ini beroperasi. Kontrak pembelian 28 pesawat, yang ditandatangani pada tahun 2015, bernilai sekitar 8 miliar euro, setara dengan lebih dari 9 miliar dolar AS.
Dengan harga tersebut, setiap Eurofighter rata-rata berharga sekitar 320 juta dolar AS. Oleh karena itu, kehilangan tiga pesawat dalam sebuah serangan dapat merugikan Kuwait lebih dari 900 juta dolar AS, yang memicu banyak perdebatan tentang biaya pembelian jenis jet tempur ini.







