Cek Fakta 2026: Benarkah Benjamin Netanyahu Tewas Dihantam Rudal Iran?

Cek Fakta 2026: Benarkah Benjamin Netanyahu Tewas Dihantam Rudal Iran?

Teknologi | sindonews | Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:48
share

Di tengah eskalasi perang berdarah antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran, jagat maya justru disibukkan oleh ilusi optik dan AI: matinya Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Klaim liar ini menyebar cepat di berbagai platform. Mulai dari Instagram hingga Facebook.

Di 2026, peperangan modern memang lagi eksklusif dengan drone atau rudal balistik, melainkan manipulasi algoritma. Terutama, dengan teknologi kecerdasan buatan dan Deep Fake. Kepanikan massa dieksploitasi menggunakan tangkapan layar palsu yang seolah-olah berasal dari akun X resmi PM Israel yang mengumumkan kematiannya, lalu dinarasikan telah dihapus. Padahal, jejak digital pemerintah Israel sama sekali tidak pernah merilis pernyataan tersebut.

Klaim ini semakin liar ketika netizen menyoroti sebuah potongan video konferensi pers Netanyahu. Mereka mengklaim Netanyahu memiliki enam jari di satu tangannya, menyimpulkan bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) untuk menutupi fakta bahwa sang perdana menteri telah tewas dibunuh Iran.

Para ahli pencitraan digital dan lembaga pengecek fakta (fact-checkers) segera membongkar bahwa "jari keenam" tersebut hanyalah ilusi optik akibat efek keburaman gerak (motion blur) dan sudut pantulan cahaya kamera saat Netanyahu menunjuk.

Bahkan, sistem chatbot AI Grok ikut digunakan untuk meluruskan narasi ini. “Tidak, Netanyahu memiliki lima jari di setiap tangan seperti kebanyakan orang. Lingkaran merah dan sudut kamera menciptakan ilusi optik; itu hanya potongan gambar dari video konferensi pers,” kutip keterangan resmi Grok. Grok juga menegaskan, “Klaim Iran tentang serangan terhadapnya atau keluarganya ditolak sebagai berita palsu oleh kantornya, tanpa insiden yang dikonfirmasi. Ia tetap tampil di depan publik dan mengarahkan operasi sepanjang konflik.”

Topik Menarik