Coding dan AI Jadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah? Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id – Isu mengenai coding dan Artificial Intelligence (AI) yang akan menjadi mata pelajaran wajib di sekolah mulai ramai diperbincangkan. Namun, pemerintah menegaskan bahwa saat ini dua bidang tersebut belum menjadi mata pelajaran wajib, melainkan masih berstatus mata pelajaran pilihan bagi siswa.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan, coding dan AI mulai diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan pada tahun ajaran 2025–2026. Program ini diperuntukkan bagi siswa mulai dari SD kelas 5, SMP hingga SMA.
"2025–2026 coding dan AI telah menjadi mata pelajaran pilihan mulai dari jenjang SD kelas 5, SMP dan SMA," ujar Abdul Mu’ti di Heritage Kemenko PMK, Kamis (12/3/2026).
Menurut dia, pemerintah saat ini masih dalam tahap memperluas implementasi program tersebut. Salah satu fokus utama adalah menyiapkan tenaga pengajar yang memadai sebelum kebijakan diperluas.
Sejauh ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melatih sekitar 55.000 guru di seluruh Indonesia untuk mengajar mata pelajaran coding dan AI. Selain itu, penerapan program ini sudah melibatkan sekitar 38 persen satuan pendidikan di Indonesia.
"Kami sudah melatih 55.000 guru di seluruh Indonesia di semua jenjang dan juga sudah melibatkan 38 persen satuan pendidikan yang ada di Indonesia," kata dia.
Abdul Mu’ti menegaskan, program ini masih terus berjalan, termasuk pelatihan guru yang dilakukan secara bertahap. Pemerintah ingin memastikan jumlah tenaga pengajar cukup sebelum mengambil langkah lanjutan.
Jika jumlah guru yang terlatih sudah memadai, pemerintah membuka kemungkinan coding dan AI akan dijadikan mata pelajaran wajib di sekolah.
"Program terus berlangsung dan pelatihan guru juga terus berjalan sehingga nanti ketika jumlah guru sudah memenuhi, kami akan melangkah lebih lanjut kemungkinan untuk memberlakukan coding dan AI sebagai mata pelajaran wajib," tegasnya.
Dalam pembelajaran coding sendiri, pemerintah menyiapkan tiga pendekatan utama. Pertama adalah coding unplugged, yakni pemrograman dasar yang dapat dipelajari tanpa komputer. Kedua, coding berbasis internet seperti pemrograman web. Ketiga, coding berbasis permainan yang dirancang agar siswa dapat belajar dengan cara yang lebih interaktif.
Selain menyiapkan tenaga pengajar, pemerintah juga memperkuat infrastruktur pendukung pembelajaran digital di sekolah. Hingga kini, lebih dari 288.000 Interactive Flat Panel (IFP) atau layar interaktif telah didistribusikan ke berbagai sekolah di Indonesia.
Perangkat tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran coding dan AI sekaligus mempercepat program digitalisasi pendidikan nasional.





